Tawuran SMK Cianjur Gunakan Golok Hingga Gergaji

Ilustrasi tawuran pelajar
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Polisi merekontruksi tawuran pelajar antara SMK Ar Rahmah (Stekmal) dan SMK Taruna Bakti yang menewaskan Deri Kusnadi (16), Jumat (21/8/2015).

Dalam rekontruksi tersebut diketahui bahwa tawuran terjadi setelah kedua belah pihak membuat janji untuk bertemu di tempat kejadian perkara (TKP).

Hal itu terungkap dalam rangkaian reka ulang yang dilaksanakan di TKP. Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian itu sejatinya hanya dijadwalkan memperagakan 18 adegan, pada akhirnya, bertambah menjadi 21 adegan.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Gito, mengatakan mengakui, seluruh tersangka, baik yang sudah ditangkap maupun yag masih berstatus DPO itu masih tercatat aktif sebagai pelajar. Untuk itu, pihaknya pun masih berusaha melacak keberadaan Sembilan DPO lainnya yang berinisial F, P, I, O, J, Id, Pr, N dan A.


“Para tersangka ini menggunakan berbagai macam senjata. Ada yang membawa golok, gergaji, kayu, pentungan, bamboo dan besi,” beber dia.

Atas perbuatannya tersebut, pihaknya mengenakan pasal 338 KUHPidana junto pasal 170 dengan ancaman penjara 18 tahun. Pasal tersebut, kata Gito, dikenakan karena para tersangka melakukan pengeroyokan secara beramai-ramai hingga mengakibatkan korban meninggal.

Ditanya berkenaan dengan status sejumlah tesangka yang masih berstatus di abwah umur, Gito menegaskan, tidak akan menggunakan Undang-undang Diversi. Pasalnya, ancaman hukuman yang menanti tersangka lebih dari tujuh tahun penjara.

“Kami pakai Undang-undang Nomor 11 Tahun 2013 Tentang Peradilan Anak. Kalau ancaman di bawah tujuh tahun memang wajib diversi. Tapi kalau di atas itu, sepenuhnya diberlakukan hukum KUHPidana. Jadi jalan terus,” jelas dia.

Sementara, di lokasi rekonstruksi, dipenuhi masyarakat yang penasaran dengan peristiwa tersebut. Bahkan, tidak sedikit di antaranya mengabadikannya dengan kamera telepon selular. Akibatnya, dua lajur pun sempat mengalami kemacetan dua arah karena berjubelnya warga.(ruh/dep)