Tawuran Sadis Akhiri Nyawa Deri

TEWAS TAWURAN: Jasad Deri Kusnadi (16) berada di Ruang Mayat RSUD Cianjur.
TEWAS TAWURAN: Jasad Deri Kusnadi (16) berada di Ruang Mayat RSUD Cianjur.
TEWAS TAWURAN: Jasad Deri Kusnadi (16) berada di Ruang Mayat RSUD Cianjur.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Tawuran antara pelajar SMK Ar Rahmah (Stekmal) dan SMK Taruna Bakti pada, Kamis (13/8/2015) lalu di depan SPBU Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, akhirnya direkontruksi Polisi, Jumat (21/8/2015).

Tawuran yang menewaskan, Deri Kusnadi (16) terjadi setelah kedua belah pihak membuat janji untuk bertemu di tempat kejadian perkara (TKP).

Hal itu terungkap dalam rangkaian reka ulang yang dilaksanakan di TKP. Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian itu sejatinya hanya dijadwalkan memperagakan 18 adegan, pada akhirnya, bertambah menjadi 21 adegan.

Di adegan pertama terungkap, korban datang bersama sejumlah teman-temannya. Setelah itu, Deri pun langsung mengayun-ayunkan sabuk gir berukuran cukup besar yang sudah dipersiapkannya di hadapan salah seorang dari tiga tersangka, yang yang sudah ditangkap Polres Cianjur beberapa hari sebelumnya.


Berbekal sabuk gir itu, Deri berhadapan satu lawan satu dengan tersangka FB (16) yang membawa sebilah golok menyerupai gergaji. Setelah sabuk gir itu diayunkan, FB pun membalas dengan mengayunkan pula golok gergajinya itu sehingga kedua senjata itu pun saling beradu yang menyebabkan sabuk gir Deri melilit golok gergaji FB.

Mendapati sabuk girnya melilit, Deri berusaha menarik kembali sabuk gir itu. Tapi tenaga FB sepertinya lebih besar dan berhasil menarik sabuk tersebut dari tangan Deri yang lantas melepaskannya dan lari mengambil langkah seribu.

Nahas, di sisi seberang jalan, salah satu tersangka lainnya, MAA (16), menghadang Deri yang lantas menjegal kakinya yang mengakibatkan Deri terjatuh dan tersungkur di atas tanah tepat di depan SPBU Desa Cinangsi itu.

Sementara, melihat Deri yang tersungkur, salah satu tersangka lain F yang masih berstatus DPO Polres Cianjur, datang dari belakang dengan membawa clurit. Seketika itu juga, tanpa banyak bicara, F pun menghujamkan clurit itu ke pinggan kanan Deri yang saat itu dalam kondisi terterlungkup.

Tidak hanya itu, F pun kembali mengayunkan clurit itu pada bagian kiri kepala Deri. Selanjutnya, secara bergantian, rekan tersangka lainnya pun ikut menghujamkan senjata  yang dibawanya berupa kayu, pentungan, bambu dan besi.
Adapun di antara sejumlah tersangka lainnya yang masih berstatus DPO pun ikut menghujamkan kayu, pentungan, bambu dan besi itu ke sejumlah tubuh korban. Di antaranya, kepala dan kedua paha korban.

Melihat tawuran itu, salah seorang warga, Rendi Radika (30), yang kebetulan berada di TKP memberanikan diri untuk membubarkan tawuran yang dinilai warga sudah sangat meresahkan itu. Sedangkan salah sorang warga lainnya yang kebetulan melintas menyelamatkan Deri.

Selanjutya, para tersangka itu pun langsung kabur berlarian ke berbagai arah. Beberapa di antaranya, ada yang berlari ke area persawahan di seberang SPBU tersebut dan membuang senjata yang dibawanya.

Ditemui di lokasi, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Gito, mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut, memang ada beberapa adegan yang tidak terungkap di dalam BAP. Di antaranya, ketika tersangka FB mencakar wajah Deri usai merebut sabuk gir korban.

Selain itu, juga ada adegan tambahan lainnya yakni ketika beberapa tersangka lainnya membuang senjata di pinggir jalan ketika melarikan diri ke areal perawahan setelah ada sejumlah warga yang turut mengejar para tersangka.

“Hingga saat ini, tersangka yang sudah kami amankan berjumlah tiga orang berinisial FB, MAA dan EM. Sedangkan Sembilan tersangka lainnya masih DPO dan masih dilakukan pengejaran,” terang Gito, ditemui dilokasi usai rekonstruksi.(ruh/dep)