Guru SLB Harus Paham Kurtilas

DILATIH: Puluhan guru SLB dari berbagai lembaga mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013. Tujuannya agar mereka lebih berperan aktif mengarahkan peserta didik menjadi manusia berkualitas.
DILATIH: Puluhan guru SLB dari berbagai lembaga mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013. Tujuannya agar mereka lebih berperan aktif mengarahkan peserta didik menjadi manusia berkualitas.
DILATIH: Puluhan guru SLB dari berbagai lembaga mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013. Tujuannya agar mereka lebih berperan aktif mengarahkan peserta didik menjadi manusia berkualitas.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Puluhan guru dan kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) ikuti pelatihan tentang implementasi kurikulum 2013, sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi manusia yang berkualitas serta mampu pro aktif, cakap, kreatif, dan mandiri.

Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan Guru, Agus mengatakan, setiap kepala sekolah maupun guru harus mengikuti latihan khusus agar mereka dapat memahami tentang implementasi kurikulum 2013.

Dalam pelatihan mereka akan dibekali materi pelatihan dengan mempelajari konsep kurikulum 2013, seperti masalah rasional dan elemen perubahan kurikulum, permendikbud perangkat kurikulum 2013, konsep pendekatan saintifik dan penilaian autentik, standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi dalam perancangan pembelajaran.

“Dalam rasional pengembangan kurikulum 2013 ini dikembangkan berdasarkan faktor-faktor diantaranya adalah tantangan internal, tantangan eksternal, penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, penguatan materi hingga karakteristik kurikulum,” papar Agus.


Ditambahkannya, berdasarkan aturan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum 2013 memiliki dua dimensi yakni rencana dan pengaturan mengenai isi, tujuan, serta bahan pelajaran.

Sementara itu, dalam elemen perubahan kurikulum 2013, standar nasional pendidikan meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, dan standar pengelolaan.

“Dalam elemen perubahan hanya empat elemen yang mengalami perubahan yakni standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian,” terangnya.

Dijelaskan Agus, untuk standar lulusan meliputi sikap siswa, pengetahuan, dan keterampilan, standar isi meliputi materi maupun tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu, standar proses yakni proses pembelajaran pada satuan pendidikan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik agar aktif .

“Untuk standar penilaian meliputi hasil belajar peserta didik,” jelasnya.(riz/dep)