MIN Karantengah Hapus Sistem Seleksi

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR- Madrasah Ibtidaiyyah Negeri (MIN) Karangtengah hapus sistem seleksi dalam penerimaan calon siswa baru. Seiring penolakan para orang tua calon siswa baru.

Kepala Madrasah Ibtidaiyyah Negeri (MIN) Karangtengah Dini Nurdiani mengatakan, akibat diprotes para orang tua calon siswa baru, sistem seleksi berupa baca tulis dihapus. Kondisi ini memang membuat kami jadi dilematis.

“Mereka (Orang tua siswa) berpendapat bahwa sekolah adalah tempat untuk belajar membaca dan menulis,” katanya.

Menurutnya, seleksi sebenarnya merupakan sebuah kompetisi yang sangat baik bagi orang tua maupun siswa, karena jadi ajang persaingan yang sehat dalam prestasi. Walaupun memang hal itu bersifat stimulan bagi para orang tua.


“Intinya supaya mereka semangat untuk mendidik anak-anaknya,” ujarnya.

Dikatakannya, penghapusan sistem seleksi yang dilakukan MIN Karangtengah memang sangat berbeda dengan sekolah-sekolah yang ada di wilayah lain, karena tidak ada satu pun orang tua yang memprotes penerapan sistem seleksi, karena mereka sadar seleksi merupakan bentuk stimulan.

“Berdasarkan berbagai pertimbangan, akhirnya kami putuskan penerimaan siswa baru tanpa melalui seleksi, karena dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Sementara itu, jelang menghadapi perlombaan Dokter Cilik (Dokcil) tingkat Provinsi Jawa Barat. MIN Karangtengah yang mewakili Kabupaten Cianjur, gencar melakukan rangkaian latihan dan pembinaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

“Pembinaannya mengenai ilmu kesehatan seperti menjaga kebersihan diri, mengenai kesehatan mata dan lainnya,” terang Dini.

Dijelaskannya, dipilihnya MIN Karangtengah mewakili Kabupaten Cianjur, berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur beberapa waktu yang lalu.

“Syarat peserta yang mengikuti perlombaan adalah siswa IV, V dan VI, dilihat dari kesehatan badan, dilihat dari segi kebersihan siswa dengan menunjukan kartu menuju sehat,” jelasnya.

Panitia Seleksi Lomba Dokter Cilik dr. Fitri menambahkan, memang banyak sekali Madrasah Ibtidaiyyah (MI) yang ada di Kabupaten Cianjur. Namun yang terpilih hanyalah MIN Karangtengah. Alasannya dilihat dari kebersihan lingkungan sekolah maupun kebersihan siswa, penerapan sistem pembelajaran kesehatan di sekolah, jumlah siswa dan kerjasama yang sudah terjalin dengan pihak sekolah.

“Penilaian-penilaian tersebutlah yang menjadi bahan pertimbangan kami,” ungkapnya.(mat/riz/dep)