Dua Calhaj Cianjur Gagal Berangkat

calon-jamaah-haji
Calon Jamaah Haji (ilustrasi)./Foto: Istimewa
MENURUN: Kuota haji Kota Bogor mengalami penurunan 20 persen. Akibatnya, daftar tunggu haji semakin membengkak.
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Pemberangkatan Haji gelombang pertama hampir mendekati tenggatnya. Segala persiapan tentu harus dilaksanakan sebaik mungkin agar kegiatan haji dapat berjalan semestinya. Namun sayang terdapat dua jamaah haji yang gagal berangkat pada gelombang pertama.

Kepala Seksi Urusan Haji Kemenag Cianjur Aang Abdul Rauf mengatakan, memang benar terdapat dua orang yang gagal berangkat dikarenakan sakit. Tentu ini sangat disayangkan, pasalnya akan ada orang yang harus mengisi jatah tersebut, dari gelombang kedua.

“Untuk mereka dua orang tersebut yang tidak bisa mengikuti haji maka akan diikutkan pada gelombang selanjutnya,” terangnya.

Ia memaparkan, pada dasarnya pemberangkatan jamaah haji dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama berangkat pada tanggal 24 Agustus tergabung pada kloter 10, gelombang kedua berangkat pada tanggal 9 September tergabung pada kloter 51, kemudian gelombang ketiga berangkat pada tanggal 14 September tergabung pada kloter 64.


“Untuk gelombang satu dan dua utuh warga Cianjur, namun untuk gelombang ketiga karena sisa 120 dari 1.061 orang yang berangkat pada gelombang satu dan dua, maka akan digabung dengan jemaah haji asal Sumedang dan Banjar,” paparnya.

Untuk persiapan kesehatan jemaah haji yang akan berangkat ke Arab Saudi, sudah ada tindakan berupa vasum yang dilakukan secara bergiliran dan terjadwal. Kegiatan vasum dilakukan sejak akhir Juli hingga 4 Agustus.

“Namun bagi mereka jamaah haji yang berhalangan hadir pada tanggal tersebut, maka bisa datang ke Puskesmas yang sudah diajukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur,” tutupnya.(mg1/dep)