Helaran Budaya Jadi September

Kuda kosong dalam pawai gelaran budaya Cianjur, tahun lalu.
Kuda kosong dalam pawai helaran budaya Cianjur, tahun lalu.
Kuda kosong dalam pawai helaran budaya Cianjur, tahun lalu.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Ini bisa jadi kabar gembira untuk masyarakat Cianjur. Pasalnya, pawai Helaran Budaya yang sebelumnya dilarang bupati dengan alasan takut terjadi kerusuhan karena mendekati pilkada, dipastikan bakal tetap akan digelar. Rencananya, jika memang tidak ada perubahan, maka pawai tersebut bakal dilaksanakan pada pertengahan atau akhir September bulan depan.

Kepastian pelaksanaan pawai budaya yang selalu digelar setiap tahunnya itu diungkapkan Ketua Umum Lembaga Kesenian Cianjur (LKC), Deny Rusyandi, Rabu (19/8/2015) siang kemarin. Ia pun memastikan, bahwa pihaknya bakal menjadi panitia dari pawai seperti tahun-tahun sebelumnya itu dibarengkan antara HUT Kabupaten Cianjur dan HUT Kemerdekaan RI.

”Iya, kami LKC, siap menyelenggarakan pawai Helaran Budaya setelah sebelumnya dilarang bupati,” tegas Deny yang ketika itu bertandang ke kediaman Harry M Sastrakusumah, Rabu (19/8/2015).

Deny menyebut, tanda-tanda akan ditiadakannya helaran memang sempat terlintas di benaknya. Pasalnya, sudah sejak berkali-kali sebelumnya, pihaknya selalu diundang oleh Pemkab Cianjur untuk membicarakan sekaligus masuk ke dalam kepanitian. Namun, setelah ditungu-tunggu, undangan itu tidak pernah datang dan tiba-tiba media sudah memberitakan bahwa bupati melarang pawai yang selalu menampilkan kirab Kuda Kosong itu.


“Kami bukannya mengharap atau mengemis untuk dimasukkan ke dalam kepanitian. Tapi sudah sejak lama pemkab selalu mengajak kami untuk berembug. Tiba-tiba saja tahu-tahu media memberitakan bahwa helaran dilarang. Jelas kami kaget,” tutur dia.

Begitu mendengar dan membaca pemberitaan tersebut, pihaknya pun mencoba untuk mencari tahu dan mendapatkan penjelasan langsung dari pemkab, khususnya bupati Tjetjep Muchtar Soleh. Tapi, hingga kini, penjelasan pun tidak pernah didapatkan langsung dari orang nomor satu di Pemkab Cianjur itu.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan penjelasan langsung. Padahal kami ingin mendengarkan dan mendapatkan penjelasan langsung. Bukan dari orang-orang lain di bawah bupati,” sesal Deny.

Dikatakan Deny, keputusan bupati meniadakan helaran itu dinilainya cukup mengecewakan banyak pihak dan masyarakat luas di seluruh Cianjur. Selain karena sudah menjadi agenda rutin tahunan hingga ‘meritual’, pawai Helaran Budaya juga telah menjadi ikon dari Cianjur. Apalagi, dalam pawai tersebut juga diarak Kuda Kosong yang sangat kesohor dan dipandang sebagai ritual yang haram untuk ditinggalkan.

“Setelah adanya pemberitaan itu, kami banyak mendapatkan respon dari berbagai pihak. Intinya, mereka menanyakan kebenaran hal itu dan cukup menyesalkannya,” jelas dia.

Deny juga mengungkapkan, respon masyarakat yang tetap menghendaki terselenggaranya helaran itu banyak disampaikan masyarakat ke pihaknya. Sebagian besar, selain mengungkapkan kekecewaan, juga menyampaikan dukungan dan dorongan agar LKC sepenuhnya mengambil-alih helaran tersebut tanpa mempedulikan pemkab sama sekali.

“Sampai sejauh ini, LKC sedang memusyawarahkan hal ini. Tapi kami pastikan, kami siap menyelenggarakan helaran,” tegas dia.

Karena itu, lanjut Deny, LKC pun berinisiatif menjadi lembaga yang menyelenggarakan pawai Helaran Budaya nantinya. Keseriusan pihaknya itu, salah satunya, dengan mengirimkan surat pemberitahuan kepada bupati Tjetjep Muchtar Soleh yang ditembuskan ke sejumlah pihak terkait, termasuk Polres Cianjur dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupeten Cianjur.

Ia menyebut, alasan pihaknya menembuskan surat tersebut ke Polres Cianjur adalah karena untuk masalah keamanan dan pengamanan menjadi domain dari kepolisian. Karena itu, pihaknya pun berharap secepatnya mendapatkan respon sehingga persiapan pun bisa segera dilakukan.

“Alhamdulilah, setelah saya baca di koran, ternyata Kapolres Cianjur mengizinkan dengan sejumlah syarat-syarat. Kami juga sangat mengapresiasi dukungan dari Ketua DPRD terhadap helaran ini,” ujar Deny.(ruh/dep)