Diprediksi Pencaker Membludak di Akhir Agustus, Ini Alasannya

ANTRI: Sejumlah pencaker tengah mengurus kelengkapan dokumen pembuatan Kartu Kuning di kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur.
ANTRI: Sejumlah pencaker tengah mengurus kelengkapan dokumen pembuatan Kartu Kuning di kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur.
ANTRI: Sejumlah pencaker tengah mengurus kelengkapan dokumen pembuatan Kartu Kuning di kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Kantor Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur tak pernah berhenti diserbu masyarakat Cianjur. Salah satu pelayanan yang diburu masyarakat Cianjur yaitu proses pembuatan Kartu Kuning (AK-1).

Melonjaknya harga barang pokok disertai tingginya biaya hidup membuat masyarakat bekerja ekstra dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak bisa dipungkiri, beberapa kaum ibu bahkan lebih memilih untuk bekerja ketimbang mengurus anak di rumah dengan alasan tingginya biaya hidup dari mulai makan, hingga mahalnya biaya pendidikan.

Tak terkecuali Iom Komalasari (28), warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang yang hendak mendaftarkan diri sebagai pencari kerja (pencaker). Iom yang ditemani suaminya, Rohman (35) mengaku, dirinya berencana untuk bekerja di sebuah pabrik yang bertempat di kawasan Cipeuyeum.

“Saya bekerja untuk membantu suami meningkatkan perekonomian keluarga, khususnya untuk menghidupi kedua anak saya yang berusia sebelas tahun dan dua tahun,” singkat ibu dua anak ini.


Lain hal dengan Agus Abdalah (18), lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), warga Kampung Cijati, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku. Ia hendak memperpanjang masa berlaku kartu kuning miliknya untuk kembali mencari pekerjaan yang lebih baik lagi.

“Masih menunggu giliran dipanggil. Sekarang saya masih bekerja di salah satu perusahaan swasta. Saya mau melamar kerja di sebuah pabrik untuk mendapat penghidupan yang lebih baik lagi,” tuturnya sambil terus mengantri.

Informasi yang dihimpun Radar Cianjur (Grup Pojoksatu), sebanyak 2329 pencaker terdaftar di Bidang Ketenagakerjaan pada Maret 2015 lalu. Jumlah tersebut mengalami kenaikan pada Juli 2015 lalu, yakni 3645 pencaker yang terdaftar.

Diperkirakan, jumlah pencaker akan mengalami puncaknya pada penghujung Agustus 2015 mendatang.

“Dikarenakan pada bulan Agustus ini bertepatan dengan kelulusan Sekolah Menegah Atas (SMA) sederajat,” ujar Kabid Ketenagakerjaan, Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Sunardi.

Menurutnya, pencaker yang hendak bekerja di pabrik didominasi oleh kaum hawa. Namun tidak sedikit pula kaum pria yang juga mendaftar. Namun semua itu tergantung pada jenjang pendidikan masing-masing pencaker.

Sayangnya, tak sedikit pencaker yang tidak mengkonfirmasi atau memberikan laporan ke Bidang Ketenagakerjaan, Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur ketika telah diterima bekerja.

“Padahal, apabila sudah mengkonfirmasikan status pekerjaannya, kami dapat memperbarui pendataan kami dan mengetahui secara detail tingkat pengangguran di Kabupaten Cianjur,” keluhnya.

Sunsun mengimbau, setiap pencaker agar tidak mudah terbuai pihak-pihak tak bertanggungjawab yang memungut biaya dalam perekrutan tenaga kerja. Pihaknya juga berpesan agar para pencaker yang baru lulus sekolah lebih mengutamakan pendidikan.

“Saya rasa dengan jenjang pendidikan yang tinggi, akan berbanding lurus dengan tingkat jenjang karir dan penghasilan yang diperoleh,” tutupnya. (cr2/mg1/dep)