Ratusan Buruh Kepung Ikon Garmindo

Ratusan buruh menuntut kesejahteraan dan pernyataan sikap hak normatif.
Ratusan buruh menuntut kesejahteraan dan pernyataan sikap hak normatif.
Ratusan buruh menuntut kesejahteraan dan pernyataan sikap hak normatif.

POJOKJABAR.id, CIANJUR – Ratusan orang buruh yang dihimpun oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Ikon Garmindo Cianjur, bersama dengan sejumlah elemen warga dari pihak RT,RW, tokoh masyarakat, pengurus Karangtaruna, yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPSI Kabupaten Cianjur, melakukan unjukrasa pada hari Selasa (18/8/2015) kemarin, di perusahaan produksi jas dan kemeja PT Ikon Garmindo, untuk menuntut kesejahteraan dan pernyataan sikap hak normatif, yang harus bisa dipenuhi oleh manajemen perusahaan.

Ketua Unit Kerja SPSI PT Ikon Garmindo Cianjur, Engkus Kuswandin, mengatakan bahwa aksi unjukrasa yang dilakukan ini, tidak lain untuk menuntut hak-hak para buruh. Terutama agar kesejahteraannya bisa terpenuhi dengan layak dan baik, sesuai dengan Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan. Selama ini, pihak manajemen perusahaan dinilai susah untuk diajak bekerjasama. Maka dari itu, mereka melakukan aksi turun ke lokasi, agar bisa langsung mengetahui dan memahami apa saja keluhan dan aspirasi yang ingin disampaikan oleh para buruh, dan pernyataan sikap mereka.

“Bila tuntutan dan aspirasi para buruh tidak dikabulkan. Kami, atas nama para buruh akan berdemo lagi dengan jumlah masas yang lebih besar.” Jelasnya.

Unjukrasa berlangsung dengan dikawal ketat aparat kepolisian, dan lokasi kejadian di Jalan Raya Bandung tetap terlihat aman. Demikian juga kondisi lalulintas tidak menjadi macet akibat insiden ini. Para koordinator dan perwakilan buruh diberikan kesempatan untuk menyampaikan tuntutan mereka, dengan berorasi di atas mobil.


Sekertaris Unit Kerja SPSI, Misbahudin, mengatakan bahwa pihaknya tetap akan menuntut hak, dan mengajukan pernyataan sikap, yang sebelumnya telah disampaikan melalui beberapa selebaran, yang disampaikan ke pihak manajemen perusahaan, agar bisa secepatnya dipenuhi tanpa terkecuali.

“Selama ini, berdasarkan keterangan warga setempat, pihak perusahaan susah untuk diajak kerjasama, dan tidak ada kontribusinya bila ada kegiatan sosial kemasyarakatan. Kami diterima dengan baik, setelah beberapa jam kemudian orasi disampaikan perwakilan dari Dinas Tenagakerja Kabupaten Cianjur yang memfasilitasi, dan kami bisa melakukan audensi ke dalam dengan beberapa perwakilan buruh,” paparnya.

Ketua RT Kampung Cibakung, Kecamatan Sukaluyu, Herman, yang ikut serta dalam unjukrasa tersebut, membenarkan bahwa selama ini manajeman perusahaan tidak bisa diajak musyawarah atau kerjasama. Mereka juga cenderung acuh dalam kegiatan di lingkungan, baik itu sosial, keagamaan, dan lainnya.

“Bila kami mengajukan proposal permohonan bantuan untuk kegiatan kemasyarakatan, mereka jarang membantu dan selalu menutup diri. Maka dari itu, kami mewakili warga sini, melakukan unjukrasa bersama kawan-kawan.” Jelasnya. (mat/dep)