Pemkot Hati-hati Berikan Dana Koperasi

anggaran
Ilustrasi penyelewengan anggaran
Ilustrasi Pungli
Ilustrasi 

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dalam hal ini Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan akan lebih berhati-hati dalam memberikan rekomendasi pemberian dana bergulir kepada koperasi. Mengingat, kini banyaknya bantuan dana bergulir yang dikucurkan oleh Kementerian Koperasi melalui lembaga pengelola dana bergulir koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (LPDB – KUMKM) baik di Kota Sukabumi maupun secara nasional. Hal ini dilakukan berkaca dari kejadian kasus korupsi di tubuh koperasi itu sendiri.

“Kita akan berupaya untuk lebih berhati-hati, agar tidak disalahgunakan oleh pihak ko-perasi,” ujar Kadiskoperindag, Ayep Supriatna kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu), Selasa (18/8/2015).

Ayep mengaku akan lebih sulit bagi para pemilik koperasi yang ingin mendapatkan rekomendasi. Pihaknya akan memverifi kasi koperasi tersebut secara teliti denganmenurunkan tim verifi kasi khusus koperasi.

“Kita tidak akan serta merta memberikan rekomendasi, itu harga diri kita jika salah dalam rekomendasi. Tim akan melihat apakah koperasi itu benar mempunyai kegiatan usaha dan anggotanya ada atau tidak,” jelasnya.


Selain itu, Ayep akan melakukan pembinaan dan kunjungan langsung kepada sejumlah koperasi. Agar kegiatan mereka terpantau langsung oleh Diskoperindag, jadi ketika ada bantuan yang akan mengalir ke sebuah koperasi, pihaknya sudah mengetahui mana koperasi yang laik.

“Kita terus melakukan pembinaan agar tidak ada koperasi yang salah kaprah,” tandasnya.

Saat ini jumlah koperasi yang ada di Kota Sukabumi sebanyak 378 koperasi se-mentara yang aktif sekitar 226 koperasi. Mengenai banyaknya koperasi yang tidak melaporkan rapat anggota tahunan (RAT) Ayep nampaknya cukup kesal, padahal dirinya sudah memberikan surat pemberitahuan sampai peringatan agar koperasi bisa melaksanakannya.

“Namanya juga manusia, kalau mereka PNS saya akan marahi tapi itu kan swasta,” ungkapnya.

Namun Ayep akan terus memperbaiki sejumlah koperasi yang tidak melakukan RAT. Jika pun sudah keterlaluan koperasi tersebut tidak bisa dibina, terpaksa pihaknya akan mengambil sikap.

“Jika tetap keterlaluan kita akan bubarkan,” tukasnya. (bal/dep)