Disnaker Diduga Persulit Santunan TKI

suap
ilustrasi suap
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR – Pihak keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Cibalagung, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, mempertanyakan dana santunan yang seharusnya diterima oleh pihak keluarga seorang TKI yang telah meninggal dunia. Pihak keluarga yang belum juga menerima dana santunan ini, menduga ada oknum pagawai Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), yang mempersulit hal ini.

“Ada 3 dokumen yang telah ditandatangani oleh bagian TKI dua bulan kebelakang, tapi tidak ada tindaklanjutnya.” Kata Sekretaris Jenderal (Sekjen)Jaringan Desa (Jardes) Cianjur, Ade Jajuli, yang mendampingi pihak keluarga TKI.

Sunsun (45), dari pihak dari keluarga korban Cicih Binti Maslan, yang meninggal di Saudi Arabia, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengurus masalah ini ke Disnaker, tetapi sama sekali tidak ada kabar tentang kelanjutannya. Ia bahkan menduga, surat pengajuan bantuan yang disampaikan ke Bupati, telah hilang di tangan oknum Disnaker Cianjur.

“Kami curiga, uang santunan buat keluarga kemungkinan sudah diambil, tetapi tidak diberikan kepada keluarga TKI.” Ujar Sunsun.


Ia juga menerangkan bahwa surat permohonan dana santunan untuk keluarga TKIatasnamaCicih binti Maslan, sudah diberikan kepada pihak Disnaker pada tanggal 6 Juni 2015 lalu. Keterangan ini dikuatkan oleh Ketua Patriot Nasional (Patron) Cianjur, Fendi Yuda, yang mengatakan bahwa seharusnya ada tindak lanjut dari Disnaker.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Cianjur, H Sumitra, membantah telah menerima data atau laporan tentang hal tersebut, baik permohonan dari keluarga korban, maupun data dari pihak kedutaan yang disampaikan ke Disnaker Cianjur.

“Tidak ada bukti fisik dokumen dari kedutaan kepada Disnaker Cianjur. Apabila ada, pasti akan kami tindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang ada. Masak kami menghilangkan dokumen tersebut? Itu suatu tuduhan atau fitnah yang tidak masuk diakal. Tentunya kami akan membantu, dan mengusahakan, seperti TKI yang sebelumnya, yang mendapatkan bantuan juga. Kami hanya memfasilitasi saja, tidak ada kepentingan apa-apa,” terang Sumitra.

Ia menambahkan, tuduhan dari pihak keluarga korban seperti itu adalah tidak benar. Pihaknya sama sekali tidak menerima laporan tentang hal tersebut, baik permohonan, maupun surat dari kedutaan tentang keterangan korban.

“Kami tidak menerima dokumendan kabar yang tidak pasti. Bila mereka berpendapat lain, silakan buat surat dan permohonan. Berikan laporannya dan selesaikan dokumennya. Jangan sampai saling tuduh seperti ini.” Tegas H Sumitra.

Kepala Seksi (Kasi) Tenagakerja Disnaker Cianjur, Ubai, memaparkan bahwa hingga saat ini belum ada balasan atau tembusan yang disampaikan ke pihak dinas maupun ke keluarga TKI tersebut.

“Pasti ada permintaan dari pemerintah kalau ada dokumen untuk ditandatangani.

Kami belum menerima laporan atau berkas keterangan tentang TKI meninggal atas nama Cicih, yang kata salahsatu kawannya, satu pekerjaan di Arab Saudi,” terang Ubai.

“Disposisinya belum sampai ke Kadis (Kepala Dinas—red). Kalau ada, pasti akan ditindaklanjuti. Kita ini lembaga, biasanya dari Kemenlu (Kementerian Luar Negeri—red) selalu keterangannya disampaikan dengan surat. Karena ini menyangkut lembaga, sumber infonya harus jelas, secara kelembagaan harus ada bukti dengan jelas.” Pungkasnya. (mat/dep)