Diam-diam Bupati Cianjur Lantik Enam Pejabat

DILANTIK: Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh lantik Kepala DPKAD yang baru R Dedi Sudrajat.
DILANTIK: Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh lantik Kepala DPKAD yang baru R Dedi Sudrajat.
DILANTIK: Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh lantik Kepala DPKAD yang baru R Dedi Sudrajat.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Meski ada himbauan jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) pejabat daerah tak boleh melakukan rotasi dan mutasi ternyata tak berlaku bagi Kabupaten Cianjur. Buktinya secara diam-diam Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh melantik enam pejabat setingkat esselon II dan III di lingkungan Pemkab Cianjur, kemarin.

Keenam pejabat yang dilantik tersebut yakni, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) R Dedi Sudrajat, Kepala Bidang Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Juwair, Kepala Bidang Perbendaharaan DPKAD Enung Sri Hayati, dan Kepala Seksi Inventarisasi Aset DPKAD Muh Lutfi Agung.

Pengangkatan keenam pejabat tersebut berdasarkan SK Bupati Cianjur Nomor 820/Kep.29/BKPPD/2015. Pelantikan digelar di Aula Kantor DPKAD Cianjur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala OPD serta tamu undangan.

Bupati mengatakan, bahwa mutasi pejabat merupakan salah satu upaya dalam menciptakan iklim organisasi yang makin kondusif, serta sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia aparatur pemerintah.


Selain itu untuk mengisi kekosongan di lembaga, khususnya DPKAD.

“Ini yang jadi salah satu pertimbangan mutasi kali ini,” kata Bupati.

Selanjutnya Bupati mengharapkan, para pejabat yang telah dilantik agar mampu melaksanakan tugas dengan memanfaatkan potensinya secara maksimal.

“Serta melayani masyarakat secara optimal dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab,” papar bupati yang didampingi Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah, H Cecep Sobandi.

Terakhir Bupati berpesan agar para pejabat yang terpilih melakukan koordinasi yang efektif dan sinergis dalam melaksanakan program kerja dan anggaran, agar tercapai sesuai sasaran. Serta agar meningkatkan pengendalian dan pengawasan melekat, yaitu dengan selalu mentaati ketentuan serta norma hukum yang berlaku.

“Selalu berorientasi pada peningkatan prestasi kerja sesuai dengan prinsif administrasi dan prinsif manajemen yang telah dimiliki,” tambahnya.(*/nag/dep)