Mentan Sidak, Jamin Hari Ini Daging Sapi Turun

SIDAK: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat inspeksi mendadak (sidak) ke peternakan sapi potong PT Pasirtengah Citampele Cikalongkulon Cianjur, kemarin.
SIDAK: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat inspeksi mendadak (sidak) ke peternakan sapi potong PT Pasirtengah Citampele Cikalongkulon Cianjur, kemarin.
SIDAK: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat inspeksi mendadak (sidak) ke peternakan sapi potong PT Pasirtengah Citampele Cikalongkulon Cianjur, kemarin. Foto: Guruh/Radar Cianjur

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Karena masih tinggi harga daging sapi di pasaran, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah peternakan di seluruh Indonesia.

Hingga, Jumat (14/8/2015) kemarin, total sudah 41 peternakan yang dikunjunginya. Salah satunya peternakan sapi potong PT Pasirtengah di Kampung Citampele, Desa Mentengsari, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur. Dari sidak yang sudah ia lakukan itu, ternyata, Amran mendapati, bahwa stok sapi potong masih melimpah dan sama sekali tidak kekurangan. Namun harga per kilogram daging sapi hidup memang dipatok terlalu tinggi diangka Rp40 hingga Rp44 ribu hingga menyebabkan harga di pasaran melambung hingga di atas Rp110 ribu per kilogram hingga di tangan konsumen.

Sekitar pukul 15.30 WIB, rombongan Mentan pun tiba di PT Pasirtengah dan disambut sejumlah pihak manajemen. Tanpa basa-basi dan membuang waktu, Amran pun langsung meminta kepada pihak manajemen untuk berkeliling dan melihat seluruh sudut peternakan tersebut.

“Bisa kita langsung melihat-lihat?” seloroh Amran kepada pihak manajemen.


“Silahkan, Pak. Mari kami antar,” jawab salah seorang di antaranya.

Dengan langkah cepat dan sigap, Amran pun langsung menuju ke kandang penggemukan. Di kandang tersebut, Amran pun menyempatkan diri untuk berbincang dan bertanya seputar harga, jalur distribusi, sebaran distribusi dan lain sebagainya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak manajemen, Amran pun meminta untuk diantarkan ke lokasi kandang lainnya.

“Kita kemana lagi sekarang? Ayo kita keliling-keliling, yah,” ajak dia yang diikuti puluhan rombongan beserta awak media.

Di tengah jalan, ada hal yang cukup menarik dari perbincangan antara Amran dengan pihak manajemen. Dalam perbincangan itu, Amran menanyakan harga daging sapi per kilogram dalam keadaan hidup.

“Jadi, berapa harga daging sapi hidup disini?” tanya Amran.

“Eh..ehh..Rp40 ribu, Pak,” jawab salah seorang pihak manajemen yang ketika itu berada di sisi Amran.

“Wah,…itu terlalu tinggi, bro. Jangan mahal-mahal lah,” jawab Amran.

Mendengar itu, pihak manajemen pun tidak bisa memberikan jawaban lugas.
“Eh…iya, Pak,” demikian jawabnya.

Selanjutnya, sembari mengambil langkah cepat, mereka pun terlibat pembicaran yang cukup santai. Namun, dalam setiap kata yang diucapkan Amran, terselip ketegasan.

“Jangan mahal-mahal lah kalau jualnya. Kasihan rakyat ini. Kalau mahal-mahal rakyat juga yang kena imbasnya. Makanya ketika sampai ke rakyat, harganya jadi di atas Rp100 ribu,” lanjut dia.

Dalam kesempatan itu pula, Amran meminta agar harga daging sapi hidup yang semula, oleh PT Pasirtengah dibandrol Rp40 ribu per kilogramnya, bisa diturunkan.

“Turun yah harganya. Jangan segitu (Rp40 ribu,red),” sambung Amran yang hanya bisa dijawab senyuman dan anggukan dari pihak manajemen peternakan.

“Masih mau lanjut tidak peternakannya? Kalau masih mau, ya ikut saya. Kalau tidak, nanti bisa saya pertimbangkan ini perizinannya. Ikuti kebijakan pemerintah, yah,” seloroh Amran lagi kepada pihak manajemen.

Peternakan sapi potong PT Pasirtengah
Peternakan sapi potong PT Pasirtengah

Disinggung apakah itu berarti bahwa ada kartel dan pihak-pihak tertentu yang bermain dan sengaja menaikkan harga hingga mengakibatkan harga di pasaran mencapai di atas Rp110 ribu per kilogramnya, Amran menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk memberikan hukuman berat kepada feedlooter (peternakan penggemukan sapi, red).

“Nah, statmen dari Kapolri kan jelas. Kalau memang ada feedlooter nakal dan bermain-main, ya akan langsung ketemu dengan saya. Apakah itu dikurangi kuotanya atau pertimbangan masalah perizinannya. Kan saya yang pegang itu (perizinan,red). Jadi saya yang menentukan,” tegas Amran.

Dalam kesempatan itu pula, Amran kembali menegaskan permintaannya kepada PT Pasirtengah untuk menurunkan harga daging sapi hidup. Hal itu dilakukan antara pihaknya dengan PT Pasirtengah selaku feedlooter.

“Jadi, berapa nih bisa turun harganya? Jangan mahal-mahal. Ini disaksikan semua wartawan. Jadi bisa harga berapa untuk daging sapi hidup?” cecar Amran.
Pihak manajemen yang mendengar itu pun sempat terdiam sejenak dan saling pandang di antara mereka sendiri.

“Eh..mungkin kami bisa turun antara Rp1-2 ribu, Pak,” jawab salah seorang pihak manajemen PT Pasirtengah.

“Iyah, jadi harganya berapa? Bisa Rp38 ribu, gak?” desak Amran.

“Ehmm…iyah, Pak. Rp38 ribu,” balasnya lagi.

“Jadi, ini kita deal, yah? Kalau deal, kita salaman sekarang, nih.

Saksinya wartawan semua yang di sini,” lanjut Amran yang kemudian dilanjutkan dengan jabatan tangan antara dirinya dengan pihak manajemen PT Pasirtengah.

“Oke, kita deal. Mulai hari ini, detik ini juga, harga daging sapi hidup per kilogramnya Rp38 ribu, yah. Wartawan, silahkan lihat dan saksikan ini yah. Oke kita deal di Rp38 ribu,” tegas Amran.

Ketika ditanya, bagaimana nantinya jika besok harga daging masih berada di atas angka Rp100 ribu per kilogramnya, Amran menegaskan, jika memang seperti itu yang terjadi, silahkan hal itu dilaporkan kepada dirinya.

“Laporkan kepada saya. Nanti biar saya yang turun lagi ke sini. Biar saya yang selesaikan. Wartawan, silahkan dipantau besok yah. Beritahu saya perkembangan harganya,” tegas Amran kepada awak media.

Sementara, Pengelola PT Pasirtengah, Heri, membenarkan, bahwa harga yang dipatok pihaknya selama ini memang Rp40 ribu per kilogram dalam keadaan sapi hidup. Salah satu pertimbangannya adalah kurs rupiah terhadap mata uang asing.

“Kan kami belinya sapi impor. Jadi tergantung dari kurs rupiah yang berlaku,” jelas Heri. (ruh/dep)