Marak Tawuran, Polisi Gelar Razia Sekolah

RAZIA: Anggota Polsek Pacet memeriksa isi tas salah seorang siswa sebagai bentuk pencegahan terjadinya aksi tawuran dikalangan pelajar. FOTO: FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR
RAZIA: Anggota Polsek Pacet memeriksa isi tas salah seorang siswa sebagai bentuk pencegahan terjadinya aksi tawuran dikalangan pelajar. FOTO: FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR
RAZIA: Anggota Polsek Pacet memeriksa isi tas salah seorang siswa sebagai bentuk pencegahan terjadinya aksi tawuran dikalangan pelajar. FOTO: FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR

POJOKJABAR.id CIANJUR- Anggota Polsek Pacet gelar razia dan sosialisasi ke sejumlah sekolah. Menyusul tewasnya salah seorang siswa SMK di wilayah Kecamatan Cikalongkulon.

Kapolsek Pacet Kompol Anton Tindaon menjelaskan, razia dilakukan atas dasar melihat kejadian di daerah Cikalongkulon yang menewaskan salah seorang siswa. Kami langsung melakukan imbauan dan razia ke berbagai sekolah.

“Ini kami lakukan sehubungan adanya aksi tawuran yang dilakukan SMK Ar-Rahman (Stekmal) dengan SMK Taruna Bhakti,” jelasnya.

Dikatakannya, para pelajar di wilayah Kecamatan Pacet dan Cipanas diminta jangan terpancing. Apabila ada siswa yang melakukan aksi tawuran, kami tak segan akan menindak tegas para pelaku tawuran.


“Razia dan sosialisasi ini disambut baik oleh pihak guru dan kepala sekolah. Kami harapkan kerjasama semua pihak agar tindak tawuran tidak terjadi,” harapnya.

Staff Trantib Kecamatan Pacet, Jaelani mengaku, sebenarnya menyelesaikan tawuran itu pengawasan dari orang tua lebih penting, karena orang tua bertanggung jawab diluar jam pelajaran.

“Akan tetapi pihak sekolah harus ikut mengawasinya dan mendidik penuh siswa. Kami juga mendesak pengawasan diluar bisa lebih diperketat,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan juga harusnya melibatkan masyarakat dan tokoh masyarakat. Sehingga angka tawuran bisa dikurangi.

“Jika melibatkan tokoh masyarakat, tentunya angka tawuran bisa ditekan. Pasalnya, tokoh masyarakat bisa memantau langsung,” pungkasnya. (fhn/dep)