Lokasi Ini Jadi Arena Tawuran Pelajar

Ilustrasi tawuran pelajar
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR – Belasan orang pelajar dari dua sekolah, diduga berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Otomotif dan SMKNegeri 1 Cilaku, saling berkejaran pada hari Jumat (14/8/2015) siang kemarin, di lokasi galian Cyang masuk ke wilayah Kecamatan Cilaku, pada saat kondisi jalan di lingkungan tersebut sepi, karena sebagian besar orang sedang menjalankan ibadah shalat Jumat.

Maksum (45), warga setempat yang menyaksikan kejadian ini, mengatakan bahwa di lokasi tersebut sering sekali terjadi tawuran pelajar. Diduga para pelajar yang terlibat adalah yang bertempat-tinggal di daerah tersebut, dan tawuran terjadi karena pelajar yang menjadi sasaran sudah diketahui lokasi tempat tinggalnya oleh musuh-musuhnya.

“Mungkin sudah direncanakan, dan mereka tahu jalur pulang sekolah sasarannya, sehingga sengaja dicegat ditengah jalan. Kami khawatir kalau sampai ada yang tewas lagi, karena melihat para pelajar itu membawa berbagai macamalat dan senjata tajam.” Kata Maksum.

Dalam pantauan Radar Cianjur (GRup Pojoksatu), beberapa titik akhir-akhir ini sering sekali dijadikan arena tawuran, dan hal tersebut membuat banyak warga merasa resah, bahkan marah. Pihak sekolah dan lembaga yang pemerintah yang berkepentingan sepertinya sangat kesulitan untuk memantau gerak dan tindak-tanduk para pelajar usai kegiatan sekolah.


“Harus ada langkahdan upaya agar kondisijangan sampai terus memanas diantara para pelajar. Bila tidak bisa diarahkan melalui pembinaan, tutup saja sekolahnya. Percuma ada, kalau tidak mendidik, malah menciptakan generasi preman, bukannya belajar.” Ungkap Dede (38), warga Kecamatan Cilaku, dengan geram.

Hal serupa dituturkanUjang (40), warga Kecamatan Cibeber, yang seringkali melihat bahwa ketika tawuran terjadi, warga cenderung membiarkan, mungkin karena sudah muak dengan fenomena ini.

“Harusnya ada tindakan tegasdan pembinaan yang serius dari pihak sekolah. Dari para gurudan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Mereka harus melakukan upaya untuk meredam terjadinya tawuran antar sekolah, terutama di SMK. Dan untuk yang membandel harus diberikan sangsi.” Ujarnya. (mat/dep)