Gepeng, Jangan Diberi Sedekah

DIDATA: Petugas PMKS data seorang pengemis yang mangkal di sekitar Masjid Agung Cianjur.
DIDATA: Petugas PMKS data seorang pengemis  yang mangkal di sekitar Masjid Agung Cianjur.
DIDATA: Petugas PMKS data seorang pengemis yang mangkal di sekitar Masjid Agung Cianjur, beberapa waktu lalu.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Keberadaan gelandangan pengemis (gepeng) di Kota Cianjur sudah menjadi masalah klasik. Bermodal memelas agar mendapatkan uang alias mengemis untuk dikasihani mengundang perhatian serius Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur.

“Secara etika dan norma sebenarnya sangat tidak wajar. Mereka adalah orang-orang malas yang tidak mau bekerja dan hanya mengandalkan mimik muka memelas saja untuk mendapatkan uang,” ujar Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Sumitra.

Ia menegaskan, masyarakat dilarang untuk memberikan sedekah kepada gepeng dan lebih baik disalurkan kepada anak yatim maupun panti jompo yang lebih membutuhkan. Ia menambahkan, penghasilan gepeng saja dalam satu hari bisa mencapai Rp150 ribu.

Bayangkan saja, bila dikalikan jumlah hari dalam satu bulan yaitu 30 hari maka gepeng mampu mendapatkan penghasilan mencapai di atas Rp4 juta, jauh melebihi UMR Cianjur yang hanya sebesar Rp 1.648.000.


“Selama beberapa bulan lalu saja terhitung sampai 60 gepeng yang sudah berhasil diamankan dan diberi pelatihan dan pembinaan,” terangnya.

Ia membeberkan, razia rutin dilakukan berkordinasi dengan Satpol PP. Menurutnya, gepeng bersifat musiman. Artinya, gepeng kerap muncul pada bulan-bulan tertentu seperti jelang Hari Raya.

“Padahal sudah sampai diberikan alat-alat atau pun segala macam modal agar mereka bisa mencari uang melalui itu. Eh malah dijual dan kembali lagi seperti itu,” keluhnya.

Ia mengaku, untuk memusnahkan gepeng relatif sulit. Sifat manusia yang menyukai hal instan menjadi penyebab utama. Ditambah lagi, gepeng yang datang tidak hanya orang dalam kota Cianjur saja namun juga dari luar kota.

“Jumlah pengurangan gepeng terjadi akibat diadakannya razia dan usaha pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih produktif lagi,” tuturnya. (mg1/mg2/yaz/dep)