Cabut Izin Sekolah Tawuran

TEWAS TAWURAN: Jasad Deri Kusnadi (16) berada di Ruang Mayat RSUD Cianjur.
TEWAS TAWURAN: Jasad Deri Kusnadi (16) berada di Ruang Mayat RSUD Cianjur.
TEWAS TAWURAN: Jasad Deri Kusnadi (16) berada di Ruang Mayat RSUD Cianjur.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, mengaku geram dan tidak bisa menahan diri lagi menyusul tewasnya Deri Kusnadi (16) pelajar akibat tawuran di Cikalongkulon, Kamis (12/8/2015).

Disdik pun meminta pada pihak Polres Cianjur, agar memenjarakan para pelajar yang terlibat tawuran. Alasannya, hal itu sudah tidak dapat ditolelir lagi dan dianggap sudah melebihi kewajaran dan masuk ranah kriminalitas.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Disdik Kabupaten Cianjur, Jumati, ketika dikonfirmasi, Jumat (14/8/2015) kemarin. Menurutnya, dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan memanggil kedua pihak sekolah yang terlibat dalam tawuran tersebut. Pihaknya juga tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas jika semua terbukti.

”Ini sudah sangat keterlaluan. Tawuran sudah berkali-kali. Apalagi kali ini sampai mengakibatkan jatuh korban meninggal. Tidak boleh ada toleransi dan harus dipenjarakan, karena sudah melebihi tindak kriminal yang luar biasa,” tegas Jumati.


Selain bakal memberikan sanksi tegas kepada kedua sekolah tersebut, Jumati juga mengancam akan mencabut izin operasional sekolah tersebut jika kedua belah pihak tidak bisa mempertanggungjawabkan perilaku para siswanya. Selain itu, pihaknya juga berjanji bakal mengkaji terlebih dahulu permasalahan aksi tawuran yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya itu.

“Kami akan mendorong dan meminta kepada pihak kepolisian agar menyelidiki hal ini. Jika terbukti, kami sangat setuju dan mendukung agar siswa itu dipenjarakan sesuai peraturan dan hukum yang berlaku. Jangan diberi ampun,” pinta Jumati.

Jika nantinya memang terpaksa harus mencabut izin operasional sekolah, Jumati menjelaskan, pihaknya pun bakal mempertimbangkan ratusan siswa dari kedua sekolah tersebut yang sama sekali tidak terlibat dalam aksi tawuran itu.

“Akan kami cari solusinya dulu, apakah nantinya siswa lain akan digabung dengan sekolah lainnya atau izin operasinalnya yang diperbaiki,” jelas dia.

Terpisah, Kepala SMK Taruna Bhakti, Heri Siswanto, mengatakan, pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas kepada siswanya yang diduga sebagai pelaku tawuran. Adapun sanksi tegas dimaksud adalah dengan mengembalikan sepenuhnya siswa tersebut kepada orangtuanya masing-masing.

“Kalau untuk urusan hukum, kami serahkan sepenuhnya kepada kepolisian,” tutur dia.

Ketika disinggung berkenaan dengan keberadaan dan identitas siswanya yang diduga menjadi pelaku pembacokan, Heri enggan menyebutnya. Namun, ia memastikan, hari ini, pihaknya bakal memanggil para orangtua siswanya yang terlibat tawuran yang mengakibatkan satu pelajar tewas sia-sia itu.

”Siswanya tidak masuk hari ini. Tapi besok (hari ini,red) kami panggil semua orangtuanya,” tegas dia.

Berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan pihaknya, dalam tawuran tersebut, pihaknya menduga setidaknya ada 10 siswanya yang ikut tawuran. Jika dalam investigasi pihaknya nanti benar terbukti, maka bakal memberikan pembinaan terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan tegas yakni mengeluarkan siswa yang bersangkutan dari sekolah tersebut.

”Sementara ini, kami mencoba untuk mendinginkan suasana terlebih dahulu dibarengi dengan adanya pembinaan dari Koramil dan juga pihak kepolisian,” jelas dia. (ruh/dep)