Akhir Tahun, Pasar Induk Dipermak

KOSONG: Pasca terbakarnya pasar Induk tahun lalu, pemkab kini sedang merencanakan pembangunan lahan hijau di kawasan pasar Induk.
KOSONG: Pasca terbakarnya pasar Induk tahun lalu, pemkab kini sedang merencanakan pembangunan lahan hijau di kawasan pasar Induk.
KOSONG: Pasca terbakarnya pasar Induk tahun lalu, pemkab kini sedang merencanakan pembangunan lahan hijau di kawasan pasar Induk.

POJOKJABAR.id, CIANJUR–Relokasi pasar Induk yang akan dilakukan pada akhir tahun 2015 memunculkan beberapa pertanyaan. Lahan pasar Induk yang berdekatan dengan Masjid Agung ini dinilai sangat stategis sehingga perlu perencanaan yang matang, khususnya akan dijadikan sebagai lahan hijau.

Kasi Bina Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur, Sukri mengatakan, perubahan lahan pasar Induk menjadi lahan hijau memiliki ragam manfaat.

Relokasi pasar diharapkan bisa membuat Kota Cianjur lebih baik karena kepadatan volume kendaraan akan berkurang. Selain itu pasar Induk pun akan dijadikan lahan parkir masjid Agung.

“Bagian ujung pasar akan dibongkar agar menjadi akses keluar masuk kendaraan ke Masjid Agung,” katanya. Ia menambahkan, area lahan hijau tidak akan digunakan sebagai pertokoan.


Menurutnya, kemungkinan pedagang akan merasa keberatan bila area tersebut dijadikan pertokoan. Pasalnya, pedagang telah memiliki lapak sendiri. “Akan banyak sekali keuntungan yang didapat akibat relokasi ini. Bayangkan saja, itu kan Masjid Agung, dampak pasar seperti bau dan jalanan yang sempit tentu tidak baik,” paparnya

Baginya, lahan hijau ini akan menjadi salah satu tempat sebagai paru-paru kota. Di lain sisi, pasar Pasirhayam tergolong pasar kelas A. Pasar ini akan menjadi pasar yang megah.

“Bayangkan saja dengan luas area yang mencapai enam hektar, tentu itu akan menjadi pasar yang benar-benar besar, bahkan terbesar di Jawa Barat,” jelasnya. (mg1/dep)