Unsur Kembangkan Energi Camelina Sativa

BERI PEMAPARAN: Divisi Operasional TWS, Dedi Mulyadi (tengah) memberikan penjelasan dan informasi Camelina Sativa. FOTO: ARIF MULYANA/ RADAR CIANJUR
BERI PEMAPARAN: Divisi Operasional TWS, Dedi Mulyadi (tengah) memberikan penjelasan dan informasi Camelina Sativa.   FOTO: ARIF MULYANA/ RADAR CIANJUR
BERI PEMAPARAN: Divisi Operasional TWS, Dedi Mulyadi (tengah) memberikan penjelasan dan informasi Camelina Sativa. FOTO: ARIF MULYANA/ RADAR CIANJUR

POJOKJABAR.id, CIANJUR–Perguruan Tinggi Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur sedang mengembangkan pembuatan energi terbaru dari tanaman Camelina Sativa. Camelina Sativa adalah benih tanaman minyak kuno berasal dari Jerman dan termasuk family Cruciferae (Brassicaceae).

Tanaman ini juga dikenal sebagai alse flax, Dutch flax, German sesame, Siberian oilseed dan Gold of Pleasure. Tanaman dengan daun berbentuk panah dan bertepi halus ini, serta batang dihiasi bunga kuning, memang dikenal sebagai tanaman yang dapat diolah menjadi biofuel.

Minyak Camelina secara tradisional telah dipakai sebagai lampu penerangan, minyak goreng, dan pakan ternak.

“Kita berharap ada kemauan yang tinggi dari segenap pihak untuk mengembangkan energi ini sebagai solusi kebutuhan energi di dalam negeri,” pungkas Divisi Operasional Turangga Waterland Suryakancana (TWS), Dedi Mulyadi.


Melalui TWS, Unsur siap mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penanaman Camelina Sativa. Menurut Dedi, cuaca yang relatif ramah memudahkan dalam riset penanaman Camelina Sativa dan dapat menunjang kelancaran dalam pemberdayaan tanaman tersebut.

“Maka bisa dipastikan Cianjur akan menjadi cikal bakal riset penanaman Camelina Sativa,” paparnya di depan audien.

Ia menambahkan, untuk dijadikan trainer dan mendapatkan pelatihan khusus, para petani ikut berpartisipasi dalam penanaman bibit Camelina Sativa dan langsung akan dijadikan anggota Waterland.

Camelina Sativa atau tanaman berbunga biasanya dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Camelina, emas kesenangan yang dibudidayakan sebagai tanaman biji minyak terutama di Eropa dan di Amerika Utara.

“Bibit ini harus telaten dalam pemeliharaannya, agar mampu menghasilkan panen yang berkualitas, berupa biji, daun, dan dahan yang dapat menjadi aftur ataupun bahan dasar kertas ” pangkasnya.

Waterland juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat yang tertarik dalam membudidayakan tanaman Camelina Sativa. Ia memaparkan, Cianjur memiliki kondisi geografis yang cukup baik dalam penanaman, termasuk cuaca yang berada di dalamnya.

Sudah terbukti hasil panen petani yang berada di Cianjur, baik itu petani sawah, maupun petani perkebunan.

“Hanya saja perlu adanya keterampilan khusus dalam memberdayakan bibit tanaman Camelina Lativa ini, karena itulah Waterland memilih Cianjur sebagai prototipe,” tutupnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu). (yaz/mg2/mg1/dep)