Secara Bertahap Lahan Produktif Kian Habis

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR – Warga Kecamatan Bojongpicung, khususnya yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bertekad untuk terus mengembangkan pertanian, khususnya penanaman padi. Gabungan yang terdiri dari 7 hingga 10 kelompok tani ini tetap bertahan, meski lahan pertanian makin habis dan beralih fungsi.

Mereka berharap, pemerintah bisa ikut mengawal, menjaga, dan melestarikan lahan produktif pertanian, baik itu lahan tanaman padi maupun palawija, agar jangan sampai dirampas oleh sejumlah oknum, demi kepentingan segelintir orang saja.

” Cianjur merupakan salahsatu daerah pertanian, lumbung padi yang terkenal akan beras Pandanwanginya. Jangan sampai itu terlupakan dan ditelan zaman.” Kata Yudi (38), warga Bojongpicung.

Dalam penelusuran Radar Cianjur (Grup Pojoksatu) ke wilayah ini, hingga hari Kamis (14/8/2015) kemarin, di beberapa wilayah yang ada di kecamatan Cianjur Timur, lahan pertanian memang secara bertahap habis, digantikan dengan berdirinya bangunan-bangunan megah dan besar. Hektaran lahan pertanian saat ini sudah beralih fungsi, disulap menjadi sejumlah pabrik. Hal ini terutama bisa dilihat di Kecamatan Sukaluyu, Kecamatan Ciranjang, dan Kecamatan Haurwangi.


“Jangan sampai hal serupa terjadi di Kecamatan Bojongpicung. Pasalnya, mayoritas warga disini bekerja sebagai petani dan buruh tani. Penghasilan ekonomi dari ribuan KK (Kepala Keluarga–red) mengandalkan pertanian.” Ujar Bah Usep (50), seorang buruh tani warga Kecamatan Bojongpicung.(mat)