Pemilik Vila Dominasi Tunggakan Pajak

Ilustrasi Villa
vila liar menjadi sorotan
Vila Cipanas

POJOKJABAR.id, CIANJUR- Sebanyak 2.000 SPPT di Desa Palasari belum terbit. Akibatnya banyak Wajib Pajak (WP) yang enggan membayar pajak. Sehingga menghambat pencapaian PBB di Kecamatan Cipanas.

Pengelola PBB Kecamatan Cipanas Ade Nurodin menjelaskan, Wajib Pajak (WP) dengan dengan nilai tunggakan besar masih didominasi orang luar kota sehingga itu sangat menyulitkan para petugas.

“Saat tim kami menyisir, alasannya pemilik rumah selalu tidak ada di rumah atau vila,“ jelasnya.

Menurutnya, persoalan SPPT yang belum terbit dan sulit ditemuinya para pemilik vila, sangat berpengaruh besar terhadap tingkat pencapaian PBB. “Kami tidak tahu bagaimana 2000 SPPT di Desa Palasari tidak keluar, padahal sudah masuk ke bulan 8,” ujarnya.


Berdasarkan data setempat, pencapaian PBB Kecamatan Cipanas hingga Agustus baru mencapai 33,64 persen dari target sekitar Rp 3,5 miliyar.

“Kami harapkan pengelola vila bisa melakukan kordinasi dengan kami. Selain itu, kami meminta Pemkab Cianjur agar segera mencetak seluruh SPPT Desa Palasari, sehingga WP bisa lebih semangat membayar pajak,” tukas Ade.

Ditambahkannya, karena pendapatan PBB paling besar berada di vila dan hotel, pihaknya berencana akan melakukan koodinasi dengan Satpol PP agar mengambil tindakan.

“Langkah terakhir, kami akan bertindak tegas kepada WP yang membandel,” ungkapnya.(fhn/dep)