Kekeringan? Pangdam Siliwangi: Tenang, Masih Aman

PANEN RAYA: Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Dedi Kusnadi Thamrin saat Panen Raya di Bojongpicung Cianjur, kemarin.
PANEN RAYA: Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Dedi Kusnadi Thamrin saat Panen Raya di Bojongpicung Cianjur, kemarin.
PANEN RAYA: Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Dedi Kusnadi Thamrin saat Panen Raya di Bojongpicung Cianjur, kemarin.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Dedi Kusnadi Thamim, menegaskan, meskipun di sejumlah daerah mengalami kekeringan, namun hal itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap stok pangan di Jawa Barat. Pasalnya, jumlah lahan kekeringan dan tanaman padi yang mengalami puso dan gagal panen, jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan lahan yang panen.

Kendati demikian, jendral bintang dua itu mengakui, kemarau untuk tahun ini memang dipresdiksi bakal berlansung lebih lama dibanding tahun lalu. Tapi, hal itu diyakininya tidak akan berpengaruh dan mengangganggu ketahanan pangan, khususnya di Jawa Barat.

“Hasil panen padi di Jawa Barat ini masih cukup tinggi. Jadi, masih aman,” kata Dedi usai panen raya di Kampung Gugunungan RT 2/5 Desa Hergamanah, Kecamatan Bojongpicung, Kamis (13/8/2015) pagi kemarin.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi, padi yang terkena fuso atau gagal panen hanya ada 7.000 hektare saja di seluruh Jabar. Jika angka itu tidak bertambah, ia meyakini, jumlah tersebut tidak terlalu mengganggu stabilitas ketahanan pangan. Jawa Barat sendiri tahun 2015 ini ditargetkan memproduksi padi sebanyak 12,1 juta ton, dan target itu dipastikan akan tercapai.


“Jadi, hitung-hitungannya, lahan yang puso atau gagal panen itu hanya sekitar, kalau tidak salah, kurang dari tiga persen. Masih aman,” jelas dia.

Dari satu hektar padi yang dipanen di lahan tersebut, dihasilkan 7,2 ton padi. Sedangkan lahan total keseluruhan yang menunggu untuk dipanen ada sekitar lebih kurang 380 hektar.

“Ya, masyarakat jangan terlena dengan berita kekeringan itu. Ini yang kita panen sekarang sekitar 20an hektar. Masih ada ratusan hektar yang bakal siap panen dalam waktu dekat,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, saat ini, TNI sedang fokus terhadap operasi militer selain perang. Operasi itu adalah membantu pemerintah, membantu masyarakat, yang saat ini menggarap bidang pertanian.

“Kami lakukan pendampingan di semua wilayah di seluruh Jabar agar cita-cita swasembada pangan seperti yang sedang digapai oleh pemerintah bisa tercapai dalam dua tahun ke depan. Itu juga menjadi target kami,” ujar dia.

Pendampingan yang dimaksud Dedi adalah dalam segala aspek pertanian di seluruh wilayah dan dilakukan oleh semua elemen TNI termasuk Babinsa. Salah satu hal yang dimaksud adalah seperti pengamanan jalur distribusi pupuk, benih dan pendampingan pengairan.(ruh/dep)