Tewas Mengenaskan Ternyata TKW Cianjur Ini Ilegal

Ibu TKW, Sarah saat memperlihatkan foto sang anak yang tewas di Singapura.
Ibu TKW, Sarah saat memperlihatkan foto sang anak yang tewas di Singapur.
Ibu TKW, Sarah saat memperlihatkan foto sang anak yang tewas di Singapura.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Nasib mengenaskan Tenaga Kerja Wanita (TKW) kembali terulang, dialami Nurkhodijah (34) TKW asal Kampung Sukajadi RT 05/04, Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur.

Ibu tiga anak itu, pulang sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan terbungkus kain kafan dalam sebuah peti mati. Anehnya ada sejumlah kejanggalan dan ketidakwajaran pada jenazah korban yang menimbulkan kecurigaan keluarga. Ditambah kabar yang cukup mendadak.

Pihak keluarga sangat kaget dan tercengang ketika akan memandikan jenazah korban. Pasalnya, tubuh korban didapati telah dibelah mulai dari bagian tengah bawah leher dan memanjang sampai tepat di atas kemaluan. Selain itu, ada juga dua sayatan lain yang membelah mulai dari bawah tulang pundak kanan dan kiri yang saling bertemu dengan titik awal belahan di bawah leher.

”Tapi belahan itu sudah ditutup kembali dan dijahit. Jahitan lain juga ada pada bagian belakang kepala. Selain itu ada beberapa luka lebam yang membiru pada bagian leher,” beber Enung Nuryani (48), salah seorang kerabat.


Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Bina Lembaga Ketenagakerjaan Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur,Ubaidillah, berdasarkan data dan nomor ID dari pihak keluarga, setelah di cek dalam database, pihaknya sama sekali tidak mendapati nama korban sebagai salah satu TKW yang terdaftar. Karena itu, pihaknya pun cukup kesulitan untuk mendapatkan data terkait korban.

”Kalau memang berangkat secara resmi pasti ada dalam database. Ini data secara nasional. Karena yang resmi itu pasti memiliki nomor ID,” jelas Ubai.

Kendati demikian, Ubai menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan membantu pihak keluarga agar mendapatkan hak-haknya.

”Yang pasti, jika melalui jalur resmi, pasti ada asuransinya dan itu menjadi hak keluarga selaku ahli warisnya. Tapi kami tetap akan berusaha membantu sebisa mungkin,” pungkas Ubai.(ruh/dep)