Waspadai Daging Celeng

wpid-bakso-bogor.jpg.jpeg

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Meroketnya harga daging sapi, biasanya dimanfaatkan oknum-oknum nakal yang nekat menjual daging tidak halal. Meskipun belum terbukti ada penjualan daging tersebut, namun masyarakat perlu mewaspadai penjualan daging Celeng.

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu mengatakan, kekhawatiran bisa muncul kala melejitkanya harga daging sapi yang mencapai Rp135 ribu per kilogram.
Tidak bisa dipungkiri bahwa penjual daging nakal, atau mereka yang biasa menjual makanan dengan menggunakan daging sapi, nekat menjual daging Celeng sebagai bahan baku.

“Selain harga daging celeng yang relatif murah, bisa saja ini menjadi kesempatan bagi mereka oknum-oknum yang seenaknya saja menjual daging tersebut,” jelas Kapolres.


Menurutnya, meskipun sampai saat ini belum ditemukan adanya penjualan daging Celeng di pasar, tetapi pihaknya tetap akan mewaspadai hal tersebut.

“Dampak dari adanya kenaikan daging sapi bisa memicu banyak hal, yang mungkin di luar dari garis kewajaran,” paparnya.

Dia menyebutkan, bila ditelaah kenaikan daging sapi dari pembatasan impor daging yang dilakukan oleh pemerintah. Persoalan pentingnya adalah bagaiamana dengan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan daging sapi.

Seperti halnya penjual bakso, abon, dan makanan lainnya yang menggunakan daging sapi.

“Bukan berarti berprasangka, tapi bisa saja terjadi dan ini warning,”terangnya.

Pihaknya juga menghimbau, masyarakat harus cardas dalam mengkonsumsi makanan, meski belum terbukti hingga saat ini tentang beredarnya daging Celeng.

“Tetap harus waspada mengkonsumsi daging apapun,” tambahnya.(mg1/dep)