Sawah Kering, Petani Kelabakan

TANDUS: Seorang petani tetap mencangkul, sekalipun lahan persawahan sudah mengering akibat musim kemarau dan bendungan jebol. FOTO: FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR
TANDUS: Seorang petani tetap mencangkul, sekalipun lahan persawahan sudah mengering akibat musim kemarau dan bendungan jebol. FOTO: FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR
TANDUS: Seorang petani tetap mencangkul, sekalipun lahan persawahan sudah mengering akibat musim kemarau dan bendungan jebol. FOTO: FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR

POJOKJABAR.id, CIANJUR- Puluhan hektar lahan persawahan di Kampung Pasir Peutey, Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi kekeringan. Menyusul musim kemarau dan jebolnya bendungan Selokan Tengah sejak tiga tahun lalu.

Nurdin (61) warga Desa Cibodas Kecamatan Pacet mengatakan, puluhan petani mengalami kerugian akibat lahan pertaniannya kurang mendapatkan air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

“Aliran air dari Sungai Cipendawa tidak mengalir. Akibat bendungan jebol,” katanya.

Menurutnya, jika kondisi seperti ini terus dibiarkan para petani akan semakin merugi. Makanya pihaknya mendesak pemerintah agar segera menurunkan bantuan.


“Sekitar 50 hektar lahan persawahan di Kampung Pasir Peutey Desa Pakuon Kecamatan Sukaresmi, tidak bisa ditanami padi ataupun palawija,” terangnya.

Engkos (48) petani lainnya menuturkan, akibat musim kemarau kondisi lahan persawahan semakin parah. Saking parahnya, lahan persawahan sulit ditanami aneka jenis palawija.

“Tiga tahun sudah bendungan jebol, sangat disayangkan sekali pemerintah hingga kini belum memperbaikinya,” tuturnya.

Engkos berharap, pemerintah segera memperbaiki bendungan karena para petani mulai kebingungan.

“Kami mengharapkan bendungan segera diperbaiki. Perlu diingat, ini demi masyarakat banyak,” ungkapnya.(fhn/dep)