Fahmi Larang Sawah ‘Disulap’

Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi
Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi
Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melarang masyarakat untuk mendirikan bangunan di area pesawahan yang produktif. Penegasan tersebut dikatakan oleh Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi yang menerangkan bahwa salah satu upaya untuk mengakomodasi kebijakan perlindungan lahan pertanian melalui pengembangan kawasan pertanian pangan. Pemkot akan membagi lokasi pesawahan irigasi secara teknis tidak akan diberikan izin mendirikan bangunan (IMB). Pasalnya, lahan pesawahan di daerah kota ini hanya tercatat sekitar 321 ha saja, dan ini akan ditetapkan sebagai lahan pertanian berkelanjutan.

“Wilayah pesawahan yang tersisa di Kota Sukabumi ini akan dipergunakan sebagai lahan pertanian berkelanjutan. Pasalnya, dilihat secara yuridis formal, pemerintah melalui berbagai peraturan perundang-undangan termasuk UU Nomor 41 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan tercatat dalam Menteri PU dan Perumahan Rakyat, tertanggal 9 Juli lalu sangat jelas,” ujar Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2015).

Dikatakan Fahmi, walaupun secara implementasi di lapangnan belum tentu optimal karena kompleksitas masalahnya yang begitu luas. Akan tetapi, dirinya mengaku hal itu akan berjalan sesuai yang direncanakan. Dan akan dipertegas kembali melalui menyiapkan rancangan perda khusus tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan tersebut.

“Sebagai instrumen hukum untuk melakukan pengendalian alih fungsi lahan pertanian di wilayah Kota Sukabumi, kami tengah merancang perda tersebut. Agar masyarakat mampu mengoptimalkan program dengan baik,” terangnya.


Masih kata Fahmi, pihaknya berharap dengan terbangunnya aplikasi sistem informasi akan meningkatkan kualitas informasi dan mempercepat update data maupun informasi terkait dinamika lahan pertanian pangan, serta mendukung upaya mewujudkan E-Government. Dan dalam program tersebut resmi dibuka tadi di Aula Pemerintahan Kota.

“Pembukaan telah diresmikan, sekaligus juga membuka launching sistem informasi lahan pertanian pangan berkelanjutan. Sebab, ini juga masih rangkaian program sesuai dengan visi misi pemkot yakni dengan iman dan takwa mewujudkan pemerin-tahan rahmatan lil’Alamin. Diperkuat juga sesuai Perda Kota Sukabumi No 5 Tahun 2013 tentang RPJMD 2015-2018,” ungkapnya.

Salah satu tujuan inti dalam pembukaan program perlind-ungan lahan pertanian pangan berkelanjutan tersebut untuk melaksanakan dan mewujudkan pelayanan dasar yang lebih baik dan berkualitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah. Salah satunya dengan penyediaan pangan yang berkualitas dan terjangkau semua lapisan masyarakat.

“Sosialisasi ini juga bertujuan untuk memberikan informasi bagi masyarakat dalam kebijakan peningkatan agribisnis berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan,” tukasnya. (lan/dep)