Pedagang Daging Ayam pun Ancam Mogok Jualan

daging ayam
Pedagang daging ayam
NAIK: Setelah pedagang daging sapi. Giliran pedagang daging ayam ancam mogok dagang akibat harga yang terus melanbung naik.
NAIK: Setelah pedagang daging sapi. Giliran pedagang daging ayam ancam mogok dagang akibat harga yang terus melanbung naik.

POJOKJABAR.id, CIANJUR– Setelah para pedagang daging sapi mogok jualan akibat tingginya harga daging sapi. Kini giliran pedagang daging ayam di Pasar Cipanas yang mengancam mogok jualan. Mereka menilai harga daging ayam mulai tak wajar.

Andi (28) salah seorang pedagang daging ayam mengatakan, harga daging ayam sudah meningkat tajam. Kalau biasanya harga daging ayam potong dihargai Rp28 ribu per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram.

“Kenaikannya tidak wajar, ini membuat kami resah,” katanya.

Saat ditanya penyebab pasti kenaikan harga ayam, para pedagang mengaku tidak mengetahui secara jelas. Akan tetapi semakin hari harga ayam dari pemasok terus merangkak naik. Jika harga terus menerus naik, bisa jadi para pedagang ayam banyak yang gulung tikar.


“Kami berharap pemerintah bisa segera menstabilkan harga. Jika terus naik, kami juga mengancam akan mogok untuk berdagang,” tegas Andi.

Pengurus Asosiasi Pedagang Daging Sapi dan Ayam Pasar Cipanas Rudi menjelaskan, para pedagang daging ayam yang jumlahnya 150 orang di Pasar Cipanas dan Pasar GSP 50 orang, mengancam akan melakukan aksi demo jika harga daging ayam tidak kembali stabil.

“Setelah sapi mahal, daging ayam ikut mahal bahkan hingga Rp 37 ribu. Tidak hanya itu, harga telor ayam saja Rp 24 ribu per kilogram,” terangnya.

Ruslan (41) salah seorang konsumen mengaku bingung jika pedagang daging ayam malah ikut mogok. Mengingat daging ayam merupakan salah satu menu utama di rumah makannya.

“Sekarang mau bikin masakan daging sapi sudah sulit. Kini ditambah pedagang daging ayam mau mogok. Ini akan menyulitkan kami,” ujarnya.

Pihaknya mengharapkan, pemerintah bisa turun tangan melihat kondisi ini. Lantaran, harga sembako sudah semakin tak wajar.

“Biasanya sudah lebaran normal lagi, tapi aneh sekarang malah naik terus. Kami mendesak ada tindakan dari pemerintah,”tandasnya. (fhn/dep)