Lampu Lalu Lintas Sebatas ‘Pajangan’

MATI: Dua lampu lalu lintas di Jalan Bypass tepatnya di putaran Tugu Ngaos, Mamaos, Maenpo tidak menyala.
MATI: Dua lampu lalu lintas di Jalan Bypass tepatnya di putaran Tugu Ngaos, Mamaos, Maenpo tidak menyala.
MATI: Dua lampu lalu lintas di Jalan Bypass tepatnya di putaran Tugu Ngaos, Mamaos, Maenpo tidak menyala.

POJOKJABAR.id, CIANJUR–Lampu sebagai fasilitas lalu lintas di lingkaran Tugu Ngaos, Mamaos, Maenpo, tak jauh dari Pos 8 Cepu mati. Alhasil, dua lampu itu hanya berdiri tanpa fungsi sehingga para pengguna jalan yang melintasi dengan leluasa menerobos jalan yang padat akan kendaraan di titik itu.

Selain membahayakan, akan berdampak pada timbulnya kemacetan.

“Seharusnya ada perbaikan karena masih banyak lampu merah di jalan raya yang mati,” ujar Irwan Kurnia (35) kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu).

Pria yang berprofesi sebagai guru ini menambahkan, keberadaan petugas polisi yang bertugas dinilai mampu mengurai kemacetan. Namun, lampu lalu lintas yang mati tetap harus diperbaiki karena tidak sepenuhnya mengandalkan petugas polisi.


Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur, Toto Minarsa mengatakan, pada dasarnya setiap jalan memiliki golongan masing-masing.

Seperti halnya lingkar jalan Ir H Juanda merupakan jalan berstatus nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. “Perlu banyak prosedur yang harus diikuti, karena tidak bisa sembarangan memperbaiki lampu lalu lintas tersebut.

“Ada aturan yang harus dipatuhi dan itu tidak bisa dianggap sepele,” terangnya. Ia menambhakan, untuk memperbaiki lampu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Perlu ada koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, agar harapan warga Cianjur mengenai rambu lalulintas tersebut bisa terelasisasi.

“Sampai saat ini pemerintah daerah masih terus berupaya dalam melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat,” ungkapnya kepada Radar Cianjur (mg2/mg1/dep)