Kekeringan Picu Naiknya Harga Sayuran

BERKAH: Pedagang sayur-mayur Cipanas merasa bersyukur karena kondisi jalan yang sepi memudahkan akses mereka mengantar sayur ke luar daerah.
BERKAH: Pedagang sayur-mayur Cipanas merasa bersyukur karena kondisi  jalan yang sepi memudahkan akses mereka mengantar sayur ke luar daerah.
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR– Harga sejumlah sayur mayur melambung tinggi. Menyusul musim kemarau yang menerpa daerah penghasil sayur mayur.

Bidin (47) salah seorang pengusaha sayur mayur menuturkan, akibat musim kemarau panjang, kondisi sayur mayur menjadi membusuk sehingga memiu kenaikan harga sayur mayur. Contohnya sayuran jenis pakcoy saat ini harganya mencapai Rp 2.500 per kilogram padahal sebelumnya hanya Rp1.000 per kilogramg.

Kemudian, sayuran jenis brokoli harganya naik menjadi Rp 12 ribu per kilogram dari yang awalnya hanya Rp 7 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga sayur mayur terjadi hampir ke semua jenis sayur mayur. Sehingga tidak heran kalau harganya menjadi naik. Saat musim kekeringan seperti ini, banyak sayuran yang terkena hama dan kekurangan air,” tuturnya.


Diakuinya, akibat sayur mayur rusak, sejumlah pedagang terpaksa menyortir sayuran agar layak jual. Kondisi seperti ini tentu sangat membingungkan para pedagang.

“Kami prediksi kondisinya akan kembali normal, ketika sudah turun hujan,” tukasnya.

Komarudin (28) warga Kampung Barukupa mengatakan, saat ini kondisi sejumlah lahan sayur mayur sudah mengalami kekeringan. Akibatnya tanaman sayur mayur milik petani banyak yang gagal panen.

“Akibat kurang air tidak sedikit tanaman sayur mayur terkena hama. Harganya juga jadi tinggi dan barang sedikir yang terjual,” ungkapnya.(fhn/dep)