Cianjur Tiga Hari tanpa Daging

AKSI MOGOK: Para pedagang daging sapi di Pasar Muka Ramayana Cianjur melakukan aksi mogok jualan paska naik harga. Aksi ini bakal digelar tiga hari ke depan.
AKSI MOGOK: Para pedagang daging sapi di Pasar Muka Ramayana Cianjur melakukan aksi mogok jualan paska naik harga. Aksi ini bakal digelar tiga hari ke depan.
AKSI MOGOK: Para pedagang daging sapi di Pasar Muka Ramayana Cianjur melakukan aksi mogok jualan paska naik harga. Aksi ini bakal digelar tiga hari ke depan.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Harga daging sapi yang kian meroket, membuat para pedagang daging sapi enggan berjualan. Hal tersebut terbukti dengan aksi mogok jualan di beberapa pasar di wilayah Cianjur, Senin (10/8/2015).

Kondisi ini akan menjadi masalah lebih besar bila ada oknum penyalur daging sapi yang menimbun dan menahan stok. Melihat keadaan tersebut, Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur tidak akan segan-segan menjerat dan menindak jika ditemukan ada penimbun daging sapi.

“Jika ditemukan ada penimbun akan diberikan peringatan terlebih dahulu, jika kembali melakukan tindakan tersebut hingga tahap skala merugikan pihak tertentu maka akan ada tindakan lebih lanjut,” jelas Kapolres.

Meski begitu hingga saat ini, pihaknya dari Kepolisian belum menemukan ada oknum yang sengaja menimbun dan menahan stok daging sapi.


“Jangan sampai aksi mogok ini dimanfaatkan oknum tertentu,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan pihaknya, secara umum pasar kebutuhan pokok yang ada di Cianjur terbagi tiga yakni, Pasar Muka Ramayana, Pasar Cipanas, dan Pasar Ciranjang. Dari aksi mogok kemarin, masih ada pedagang daging sapi di dua pasar berjualan daging sapi yaitu Pasar Ciranjang dan Pasar Cipanas.

“Untuk Pasar Cipanas, daging sapi yang masih dijual merupakan daging sapi lokal dengan harga kisaran Rp110 ribu per kilogramnya,” ungkapnya.

Dia menerangkan, pada dasarnya aksi mogok jualan merupakan penyebab dari tindakan pemerintah pusat yang sengaja menahan stok impor daging sapi, sehingga harga daging sapi impor kian meroket. Tujuannya adalah agar peternak-peternak sapi lokal bisa mendapatkan keuntungan lebih.

“Tentu dengan adanya kebijakan seperti ini, maka akan menimbulkan dampak bagi penjual daging sapi di pasar-pasar,” jelasnya.

Asep memaparkan, untuk tenggat waktu, kembalinya penjualan daging sapi di pasaran diperkirakan akan jatuh pada hari Kamis (13/8/2015) mendatang, sesuai dengan surat aksi mogok yang dikeluarkan oleh Perserikatan Penjual Daging Sapi. Namun diperkirakan harga daging sapi tersebut masih tergolong mahal.

“Apabila hingga hari Kamis nanti pedagang masih aksi mogok jualan, maka akan ada tindakan khusus dari kepolisian dalam menanggapi hal tersebut,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur, Judi Adi Nugroho menyatakan, dalam inspeksi mendadak (sidak) pihaknya bersama aparat Kepolisian, Senin (10/7), dari tiga pasar di Cianjur, yakni Pasar Muka, Pasar Ciranjang, dan Pasar Cipanas, masih ada beberapa pedagang yang berjualan daging sapi, khususnya di Pasar Ciranjang.

“Untuk Pasar Muka dan Pasar Cipanas semua pedagang daging sapi melakukan aksi mogok jualan. Penyebab utama adanya kenaikan harga yang disinyalir karena pasokan daging sapi yang sedikit,” terang Yudi diamini Kepala Seksi Bina Sistem Distribusi.

Dia menambahkan, Disperindag sendiri kini sedang melaksanakan upaya dalam pemenuhan daging sapi. Salah satunya upaya pemotongan sapi yang dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) sebanyak 10 ekor sapi yang telah siap untuk disembelih.

“Semoga bisa mengatasi kekurangan pasokan daging sapi dalam pasar saat ini,” harapnya.(mg1/dep)