Pelaku dan Korban Ditemukan, Seperti Ini Modus Penculikannya

DITANGKAP: PI (19) pelaku penculikan pacar selama enam hari berhasil ditangkap Polsek Sukaresmi.
DITANGKAP: PI (19) pelaku penculikan pacar selama enam hari berhasil ditangkap Polsek Sukaresmi.
DITANGKAP: PI (19) pelaku penculikan pacar selama enam hari berhasil ditangkap Polsek Sukaresmi.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Pelarian PI (19) yang membawa kabur pacarnya enam hari berhasil ditangkap Polsek Sukaresmi, kemarin. IP dan siswi SMP ND (16) berhasil diamankan dari wilayah Cisarua Bogor.

Kapolsek Sukaresmi AKP Sutarna menjelaskan, setelah mendapatkan laporan hilangnya siswi SMP kelas IX ND (16) warga Kampung Kadubengkung RT 01/11 Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

”Dia dilaporkan sudah berhari-hari dibawa pacarnya tanpa izin orang tua. Kami langsung mengumpulkan berbagai saksi, dan mengerahkan anggota mencari keberdaan korban dan pelaku,” tutur Sutarna.

Hingga akhirnya, Sabtu (8/8/2015) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, pihaknya berhasil menemukan pelaku dan korban di rumah kontrakan kawasan Cisarua Bogor.


Diketahui, pengakuan pelaku, ND sudah dibawa ke Ciawi, dari, Senin-Selasa. Selama itu dia hanya tinggal di emperan pekarangan rumah warga, dan sisanya di rumah kontrakan.

”Korban hingga menjual handphone demi menginap di kontrakan. Saat ditemukan pelaku tengah bersama korban di sebuah rumah kontrakan,” papar Sutarna.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku pun memperlakukan korban layaknya suami istri. Akibatnya, pelaku bisa terjerat Undang Undang tentang perlindungan anak, karena korban dibawah umur.

”Pelaku terjerat UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 81 dengan ancaman 15 tahun penjara,” jelasnya.

Menurutnya, korban termakan rayuan pelaku lewat facebook, hingga akhirnya, dibawa ke Bogor.

”Pelaku diketahui pelajar drop out saat kelas satu di salah satu sekolah swasta daerah Pacet. Dia baru kenal lewat facebook dengan korban, hingga akhirnya korban terbujuk rayuannya,” terangnya.

Pelaku sendiri tercatat sebagai warga Kampung Panyaweyan Desa Ciherang. Atas perbuatanya itu harus menjadi pelajaran bersama. Sehingga keluarga bisa meningkatan pengawasan terhadap anak.

Bedin (37) keluarga korban mengaku, tidak terima dengan tindakan pelaku. Lantaran, sudah membawa kabur ND.

”Kami tidak terima perbuatan pelaku karena telah menyakiti hati kami. Makanya kasus ini akan berlanjut ke proses hukum dan mendesak pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.(fhn/dep)