Miris, RSUD ‘Kekeringan’ Air Bersih

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klas B Cianjur
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klas B Cianjur
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klas B Cianjur

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klas B Cianjur, mengalami ‘kekeringan’. Akibatnya, sejumlah bak kamar mandi pasien, kerap mengalami kekosongan. Padahal, air bersih sangat dibutuhkan pasien maupun keluarganya.

Agus (24) warga Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, mengatakan, ia kerap kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) di RSUD. Karena itu, ia pun berisiniatif untuk mendapatkan air dengan cara menampung air dari kran masjid RSUD Cianjur yang terletak pada bagian belakang rumah sakit plat merah itu.

”Di sini sulit airnya. Lebih banyak gak keluar. Jadi ya saya ambil dari masjid saja. Terpaksa soalnya,” kata Agus yang menunggui salah satu kerabatnya yang sedang dirawat, Minggu (9/8/2015).

Untuk mengakalinya, lanjut Agus, ia kerap menggunakan sebuah ember atau botol-botol air mineral agar tidak harus selalu datang ke masjid mengambil air. Pasalnya, air dalam bak mandi tidak akan bertahan lama ketika airnya sudah tidak lagi ngocor.


”Kan yang pakai kamar juga banyak, jadi cepat habis,” jelas dia.

Agus menambahkan, air kran kamar mandi tidak mengalir penuh 24 jam dalam seharinya. Adapun air bersih hanya akan mengalir pada pukul 09.00 sampai pukul 02.00 WIB saja. Sedangkan selebihnya air mampet alias tidak ngocor.

”Repot lah pokokya. Padahal bayar biaya rumah sakit kan tetap mahal,” tambah Agus.

Terpisah, Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Cianjur, Edi Sutanto, mengakui, kurangnya pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah sakit, akibat tidak berfungsinya dua dari total lima sumur utama yang dimiliki RSUD Cianjur.

”Kami punya lima sumur. Ada di gedung Flamboyan, di IGD Gedung Melati, Anggrek dan Kenanga. Yang rusak itu yang di gedung Melati dan Kenanga,” ujarnya di RSUD Cianjur, kemarin.

Ditambahkan Edi, sumur di gedung Melati itu sudah ada sejak tahun 1985 dan terkena abrasi sehingga sulit untuk diambil airnya. Permasalahan lainnya adalah karena kondisi mesin pompa yang rusak. Sementara, sumur di Gedung Kenanga terletak di dalam gedung. sehingga, kata dia, sulit untuk melakukan pemeliharaan berkala.

Namun, Edi menjelaskan, pihaknya sudah berulangkali mengajukan perbaikan untuk dua sumur utama itu kepada atasannya. Akan tetapi, permintaan yang sudah pihaknya lakukan jauh hari sebelum bulan puasa itu sama sekali belum ditanggapi pihak manajemen.

“Sudah diajukan tapi kami belum dapat kabar lanjutan. Kalau soal itu saya tidak tahu apa-apa karena kebijakan cuma ada di puncuk pimpinan saja,” jelas Agus.

Dikatakan Edi, untuk menambah suplai air bersih itu, RSUD Cianjur juga mendapat tambahan dari PDAM sebanyak 10 tangki berkapasitas 5.000 liter per harinya. Kendati demikian, tetap saja hal itu tidak bisa menutupi kekurangan.

“Ya, tapi dari PDAM itu juga belum maksimal. Hitung saja, RSUD bisa menampung 474 orang. Jika satu hari satu pasien dan keluarga berhak menerima 500 liter air, ya kurang lebih 250.000 liter yang kami butuhkan per hari untuk disalurkan ke seluruh ruangan,” papar Edi.

Supali air sendiri ke RSUD dilakukan pada malam hari, mulai pukul 14.00 siang hingga pukul 10.00 malam. Dan itu pun sangat lambat karena PDAM hanya memiliki 2 unit armada yang dipakai untuk menyuplai air ke RSUD.

“Kebutuhan air itu baru hitungan pasien. Belum untuk poliklinik, laundry, Ruang Jenazah, Masjid, Ruang Gizi dan air yang digunakan untuk Karyawan,” lanjut Edi.

Dengan keadaan tersebut, Edi mengaku, tidak bisa berbuat banyak selain hanya menunggu keputuasan dari pucuk pimpinan.

“Ya, kami tidak bisa apa-apa kecuali menunggu keputusan atasan kami bagaimana mempercepat perbaikan sumur bor dengan kedalaman 100 meter itu agar tidak perlu beli ke PDAM. Sebelumnya, kami juga sudah mengajukan opsi lain tentang pemanfaatan air limbah (IPAL) untuk ke WC dan untuk keperluan menyiram tanaman. Tapi belum juga ada tanggapan. Padahal, IPAL yang baik bisa membantu suplai air agar tidak perlu beli ke luar,” tukas Edi.(ruh/dep)