Keren! Siswa Bela Nusantara Ciptakan Pestisida

INOVATIF: Siswa SMK Bela Nusantara saat melakukan analisa mengenai salah satu produk di ruang laboratorium.
INOVATIF: Siswa SMK Bela Nusantara saat melakukan analisa mengenai salah satu produk di ruang laboratorium.
INOVATIF: Siswa SMK Bela Nusantara saat melakukan analisa mengenai salah satu produk di ruang laboratorium.

POJOKJABAR.id, CIANJUR– SMK Bela Nusantara Cilaku terus melakukan berbagai inovasi dengan menciptakan produk-produk unggulan ciri khas sekolah, salah satunya seperti pupuk organik.

Kepala Program Teknik Kimia Industri SMK Bela Nusantara, Pepen Nugraha mengatakan, pihaknya akan terus melakukan inovasi-inovasi baru hasil karya siswa sendiri.

“Selain melatih kreativitas siswa, juga untuk membuka peluang usaha untuk siswa nantinya,” katanya.

Menurutnya, dalam setiap proses pembuatan produksi destilasi yang diciptakan. Sebelumnya siswa diberikan pengarahan melalui beragam teori dan hasil dianalisis. Maksudnya adalah untuk mencoba kelayakannya dalam mutu. Apakah bisa diminimalisir ataukah tidak.


“Kami biasanya suka memberikan arahan terlebih dahulu kepada siswa melalaui beberapa media, salah satunya dengan menggunakan dunia internet. Alasannya adalah jika hanya melalui satu metode saja seperti buku, dikhawatirkan siswa kurang memahaminya,“ paparnya.

Selain itu, lanjutnya, melalui internet siswa dapat melihat secara jelas bagaimana cara pembuatan produk yang akan dipilih, karena dalam dunia internet banyak situs-situs yang bisa kita cari.

Ia menjelaskan, untuk mata pelajaran jurusan teknik industri kimia terdapat 30 persen teori pembelajaran dan 70 persen praktek.

“Disini untuk teorinya sedikit, karena kami lebih cenderung menggunakan praktek langsung kepada siswa,” jelasnya.

Adapun produk-produk hasil karya siswa yang dihasilkan diantaranya adalah produk kebutuhan rumah rangga, seperti sabun mandi, sabun cuci, sampo motor, roon up pembasmi, pestisida dan lainnya.

“Dalam penggunaan bahan untuk praktek. Kami tidak menggunakan bahan-bahan yang membahayakan. Tetapi kami menggunakan bahan kimia yang aman dengan kadar yang rendah,” terang Pepen.(riz/dep)