Giliran Pedagang Daging Cianjur Ancam Mogok Jualan

ilustrasi
 Para konsumen diminta mewaspadai beredarnya daging bercampur obat terlarang.
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Harga daging sapi di sejumlah pasar di Cianjur terus melonjak. Kondisi ini semakin membuat pedagang dan pembeli kebingungan. Bahkan para pedagang pun ancam mogok berjualan, jika pemerintah tak segera menstabilkan harga.

Rudi (42) salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Cipanas mengaku, sangat kebingungan dengan mahalnya harga daging sapi. Lantaran, semenjak lebaran hingga saat ini harga terus melonjak.

“Kami akan mogok berdagang, karena selama ini malah terus menerus rugi,” terang Rudi kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id), Minggu (9/8/2015).

Menurutnya, harga daging sapi yang tinggi membuat penjualan menurun. Sehingga pihaknya mendesak pemerintah bisa mengambil sikap atas masalah ini.


“Kami mendesak pemerintah cari solusi, baik itu operasi pasar atau yang lain. Pasalnya harga daging sapi dari pemasok terus tinggi, sehingga mencekik kami,” tandasnya.

Pantauan harga di Pasar Muka Ramayana, harga daging sapi pasca Idul Fitri hingga kini masih belum stabil. Bahkan para pedagang mengaku kesulitan menentukan harga jual karena harga beli dari bandar selalu berubah-ubah.

“Harga daging sapi setiap harinya tidak menentu, saya beli dari tempat pemotongan sudah mahal, jadi saya bingung harus jual berapa? nah hari ini (kemarin,red) harga sudah naik lagi, saya jual perkilonya Rp110 ribu terkadang pembeli suka nawar jadi Rp100, jadi kesal kapan harga daging mulai normal,” terang Lilis Sumiati (47) pemilik kios daging sapi.

Dia meminta pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga.

“Kapan pemerintah mau menstabilkan lagi harga daging sapi,” ujar Lilis terlihat kesal.

Kepala Pusat Pelayanan Pasar Cipanas Kusmiadji menjelaskan, terjadi kenaikan harga daging sapi di pasar diakibatkan mahalnya harga di tingkat pemasok.

“Normalnya harga daging sapi Rp90 ribu per kilogram, namun saat ini mencapai Rp120 ribu per kilogram,” tuturnya.

Bahkan diprediksi harga daging sapi di tingkatan broker/pemasok akan terus naik. Tentunya hal ini semakin mencekik para pedagang dan pembeli.

“Kami juga mendapatkan informasi, hari ini (kemarin,red) pedagang daging sapi akan mogok berdagang. Makanya kami mengharapkan ada segera penanganan masalah ini,” ujarnya.

Kusmiadji menilai, fenomena ini akibat mahalnya harga daging sapi. Sehingga pihaknya berharap Dinas Peternakan dan dinas terkait, ikut bekerjasama menanganinya. ”

Butuh kerjasama semua pihak untuk menyelesaikan hal ini,” harapnya.

Kepala Bidang Perdagangan Judi Adhi Nugroho membenarkan jika harga daging sapi masih di aras Rp100 ribu per kilogram. Hal itu disebabkan pasokan daging sapi masih mahal. Meski begitu daging sapi untuk di swalayan masih ada.

”Di daerah lain ada rencana mogok berjualan,” ungkapnya.

Ditanya apa ada rencana menggelar operasi pasar (OP)? Judi mengaku akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Bulog.

”Kalau memungkinkan kita akan melakukan OP,” ujarnya. (fhn/rif/dep)