BNNK Cianjur Sabet Penghargaan

BNNK Cianjur terima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan.
BNNK Cianjur terima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan.
BNNK Cianjur terima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, Sabtu (8/8/2015) kemarin. Penghargaan itu sendiri langsung diberikan Aher, sapaan akrab gubernur, dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tingkat provinsi.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik, mengatakan, penghargaan yang diberikan itu menjadi motivasi pihaknya untuk terus bekerja dan berusaha lebih keras dalam usaha pemberantasan peredaran narkotika di Kabupaten Cianjur. Lebih lanjut, Hendrik pun mengatakan bahwa penghargaan itu diserahkan olej Aher dan diterima sendiri oleh dirinya di Gedung Sate, Bandung.

“Alhamdulilah, ini adalah hasil kerja seluruh tim yang ada di BNNK Cianjur,” ujar Hendrik, Minggu (9/8/2015).

Dikatakan Hendrik, penghargaan yang didapatkan pihaknya itu merupakan penghargaan sebagai lembaga yang dianggap telah berjasa dalam Bidang Penanganan Penyalahgunaan Narkoba di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Cianjur.


Hendrik menyebut, berdasarkan data rekapitulasi data residen yang dimiliki pihaknya hingga hari ini, total sudah ada 210 orang yang direhabilitasi melalui BNNK Cianjur ke sejumlah Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat.

“Itu jumlah total dari laporan terakhir dari lembaga rehabilitasi komponen masyarakat sampai tanggal 28 Juli 2015. Tentu saja, angka itu kami yakini bisa terus bertambah karena target yang dibebankan kepada kami lebih dari itu,” lanjut dia.

Adapun rincian masyarakat yang menjalani proses rehabilitasi melalui pihaknya di antaranya, di Rumah Cemara Sukabumi (RJ) 76 orang, Yayasan Mutiara Maharani (RI) sepuluh orang, Yayasan Kasih Indonesia (RJ) 88 orang dan Yayasan Alkaromah (RJ) 28 orang.

“Sedangkan dari hasil operasi BNNK Cianjur selama ini, enam orang menjalani rehab di Adiksifitas foundatin) dan satu orang di Rumah Cemara Bandung,” imbuh dia.

Dari total 210 orang yang saat ini sudah dan sedang menjalani proses rehabilitasi itu, papar Hendrik, sebanyak 192 orang diantaranya sudah menjalani rehabilitasi rawat jalan. Pasalnya, ke-192 orang tersebut dinilai tidak perlu menjalani rawartinap.

“Sedangkan yang menjalani proses rehabilitasi rawat inap total ada 18 orang,” jelas dia.

Hendrik menegaskan, untuk penyalahguna narkotika dan menjalani rehabilitasi melalui pihaknya, sama sekali tidak dikenakan hukuman pidana. Ia pun mengimbau, kepada para penyalahguna narkotika yang ingin sembuh dari ketergantungan narkotika untuk tidak malu-malu melaporkan dirinya ke kantor BNNK di Jalan KH Abdulah bin Nuh.

“Dan untuk menjalani rehabilitasi ini sama sekali gratis alias tidak dipungut biaya sama sekali sampai sembuh,” tukas Hendrik.(ruh/dep)