Wow, Tunggakan PBB Cianjur Capai 13 Miliar

Ilustrasi-Pajak
Ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Dinas Perpajakan Daerah (Disperda) Kabupaten Cianjur, mencatat tunggakan pajak khusus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 2014 lalu mencapai Rp13 miliar.

Hal itu diungkapkan Kepala Disperda Kabupaten Cianjur, Ahmad Tohari, jika tunggakan pajak tersebut cukup merata dan tersebar di seluruh wilayah Cianjur.

”Iya benar, nilainya sudah mencapai itu untuk 2014,” ungkap Tohari, Jumat (7/8/2015).

Tohari manyebutkan, dari total nilai fantastis itu, didapatkan dari sektor perdesaan dan perkotaan. Namun nilai tunggakan pajak bakal bisa berkurang sejalan dengan upaya penagihan pihaknya melalui petugas di lapangan.


”Kami sudah sebar petugas untuk melakukan penagihan. Selain itu, salah satu cara lainnya yang kami lakukan adalah dengan menggandeng pihak pemerintah desa ataupun RT/RW,” jelas dia.

Tohari menyebut, tingginya total tunggakan pajak itu diakuinya ada saja yang masih membandel dan enggan membayarkan pajaknya. Padahal, sesuai ketentuan, para wajib pajak diharuskan melunasi pajaknya per tahun.

”Untuk masalah pajak, selalu saja ada yang bandel. Bahkan nunggak pajak sampai bertahun-tahun sampai akhirnya, total pajak yang harus dibayarkan menjadi cukup besar dan dianggap memberatkan,” tutur Tohari.

Ia memisalkan, ada sebuah hotel kategori bintang empat di kawasan wisata Cipanas, Kecamatan Cipanas, yang sudah menunggak pajak. Karena nilainya sudah cukup besar, maka pihaknya pun terpaksa memberikan teguran keras kepada hotel tersebut.

”Hotel itu sudah menunggak pajak PBB selama tiga tahun terakhir. Makanya kami berikan teguran keras. Mereka juga sudah kami panggil terkait tunggakan pajak yang belum dibayarkan itu,” kata Tohari.

Setelah pihaknya melayangkan teguran keras, pihak manajemen hotel kemudiam baru merespon dan neritikad baik untuk menyicil pembayaran pajak PBBnya.

”Ada kesanggupan dari pihak hotel untuk membayar pajak yang menjadi tanggungjawabnya. Kami berikan waktu, tapi tetap masih dalam pengawasan kami untuk realisasinya,” tegas dia.

Ketika disinggung mengenai besaran tunggakan pajak hotel tersebut, Tohari enggan menyebutnya.

”Besarannya pokoknya jutaan. Yang jelas pihak hotel sudah ada Itikad baik dan itu yang kami harapkan. Sehingga tunggakan pajaknya bisa segera terbayarkan terlepas dengan berbagai alasan hotel itu mennunggak,” katanya.

Tohari menegaskan, pihaknya akan tetap memburu wajib pajak yang membandel. Tidak menutup kemungkinan jika masih saja membandel akan dilakukn tagihan secara paksa.

”Kami akan terus menagih wajib pajak yang menunggak. Tapi kalau tetap membandel bisa saja dilakukan eksekusi setelah menempuh proses tahapannya,” pungkas Tohari.(ruh/dep)