Pelajar SMP Diculik Pacar

DICULIK: Bedin (37) paman korban perlihatkan foto keponakanya yang diculik sang pacar.
DICULIK: Bedin (37) paman korban perlihatkan foto keponakanya yang diculik sang pacar.
DICULIK: Bedin (37) paman korban perlihatkan foto keponakanya yang diculik sang pacar.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Entah dimana keberadaan Neng Depi (16), warga Kampung Kadubengkung RT 01/11 Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi, karena sudah lima hari tak pulang. Pelajar kelas 3 SMP salah satu sekolah di wilayah Cipanas ini, diduga kuat dilarikan pacarnya.

Bedin (37) kerabat korban mengaku, saudaranya itu, sepulang sekolah pada, Senin (3/8/2015) pukul 13.00 WIB dijemput salah seorang keluarga. Namun tiba-tiba di tengah perjalanan, tepatnya dekat Kantor Desa Ciwalen dia minta turun dengan berbagai alasan.

“Eneng sampai di sini mau ngambil casan sama temen. Sejak saat itu, dia (Neng Depi) belum pulang. Jelas kejadiaan ini membuat kami sangat cemas,” jelas Bedin, kemarin (7/8/2015).

Dijelaskan, setelah berusaha dihubungi melalui handphonenya tidak aktif. Kondisi tersebut membuat dirinya dan keluarga panik.


“Setelah kami selidiki dalam facebook, ternyata dia berkomunikasi dengan kekasihnya asal Green Hill Desa Ciherang Kecamatan Pacet. Hingga akhirnya diketahui, pacarnya yang membawa Neng Depi kabur,” tuturnya.

Keluarga hingga kini menunggu cemas, apalagi Neng Depi dikenal gadis lugu.

“Kami khawatir sekali ada apa-apa dialami Neng Depi. Makanya kami berharap keberadaanya bisa segera diketahui,” paparnya.

Pihaknya juga sudah berusaha mendatangi keluarga pacarnya namun tidak Neng Depi tidak ada.

“Ternyata pacarnya juga tidak ada di rumah. Sungguh kejadiaan ini membuat kami terpukul,” ungkapnya.

Kapolsek Sukaresmi AKP Sutarna menjelaskan, pihaknya tengah menyelediki kasus laporan ini.

“Apakah nanti pelaku bisa dikenai Undang Undang Perlindungan anak, atau tidak. Kami kini masih mencari kabar keberadaan korban,” tuturnya.

Diakuinya, komunikasi yang terjalin dengan keluarga korban terus dilakukan.

“Kemungkinan besar dia dilarikan oleh pacarnya. Makanya agar kasus seperti ini tidak terjadi, koordinasi dan komunikasi terhadap anak bisa dijalin dengan baik,” tandasnya.(fhn/dep)