Lahan Pertanian Berkurang, Pemkab Harus Bertindak

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Lahan persawahan di wilayah Kabupaten Cianjur yang terus berkurang turut menuai perhatian LSM Gempur Kabupaten Cianjur. Gempur meminta pemerintah Kabupaten Cianjur untuk dapat bertindak cepat mencari solusi.

“Yang paling penting itu adalah langkah apa yang harus dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan para petani,” ujar Ketua DPC LSM Gempur, Eman Sulaeman.

Menurutnya, pembangunan dan keberadaan sejumlah industri di Cianjur mayoritas dilakoni pengusaha swasta dari negara asing.

Untuk itu, lanjutnya, pemkab harus mampu mengayomi kebutuhan para petani yang mayoritas tidak memiliki keterampilan khusus dan minim bekal pengetahuan dari bangku sekolah. Padahal, apabila lahan sawah yang hendak dibangun pabrik atau perusahaan wajib memberikan ganti rugi kepada petani.


Dalam Peraturan Menteri Pertanian tentang Pedoman Teknis Tata Cara Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, pemilik lahan pertanian wajib diberikan ganti rugi oleh pihak yang mengalihfungsikan.

Tak hanya itu, selain ganti rugi kepada pemilik, pihak yang mengalihfungsikan wajib mengganti nilai investasi infrastruktur.

“Di sana kan sudah jelas, jadi nasib petani tak boleh dibiarkan begitu saja. Perlu ada perhatian yang serius dari pemkab Cianjur,” paparnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id).

Ia menegaskan, program CSR yang dimiliki pabrik atau perusahaan wajib dioptimalkan demi keperluan masyarakat sekitar. Pasalnya, tak sedikit pabrik atau perusahaan yang acuh terhadap kepentingan warga di sekitar lingkungan pabrik. (yaz/dep)