Batik PAUD Diburu

BANGGA: Salah seorang kepala PAUD di wilayah Cipanas memerlihatkan batik PAUD.
BANGGA: Salah seorang kepala PAUD di wilayah Cipanas memerlihatkan batik PAUD.
BANGGA: Salah seorang kepala PAUD di wilayah Cipanas memerlihatkan batik PAUD.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Memasuki tahun ajaran baru 2015, batik siswa PAUD kini menjadi buruan masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat, guru dan lembaga pendidikan PAUD yang memesan dan membeli kain batik yang sudah dalam bentuk seragam itu.

Berdasarkan pengamatan, di kantor LP3EM-HIBAR di Jalan Selamet 16, Kelurahan Pamoyanan, Cianjur, Jumat (7/8/2015) siang kemarin, ada sejumlah orang yang terlihat antri untuk dilayani membeli seragam batik siswa PAUD.

Seperti yang diungkapkan Ketua Himpaudi Kecamatan Cipanas, Jamiludin, ia sengaja membeli batik seragam siswa PAUD secara kolektif untuk Kecamatan Cipanas.

Menurtnya, dengan memakai seragam batik, selain melestarikan batik, juga ikut berperan serta dalam menjaga kekayaan budaya bangsa yang sudah mendapatkam pengakuan dari UNESCO itu.


“Jelas bangga dengan batik. Batik kan kekayaan budaya bangsa Indonesia yang sudah diakui menjadi warisan budaya dunia,” ujar Jamiludin ditemui di kantor LP3EM-HIBAR, kemarin.

Ia menambahkan, dengan memakai batik dan seragam se-Kabupaten Cianjur, maka akan semakin memperlihatkan kekayaan budaya, terutama di Cianjur. Hal itu tentu akan semakin indah manakal para siswa PAUD, RA, TK dan sederajat mengenakan secara serempak.

“Dengan memakai batik Aria untuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, RA, KOBER dan SPS, berarti ikut menjaga budaya batik khas Cianjur. Makanya, kepala-kepala sekolah se-Cianjur juga sudah memesan,” jelas dia.

Senada, Rahma (47), salah satu guru PAUD dari Kecamatan Campaka rela datang dari jauh sekedar untuk melunasi pembayaran karena dirinya sudah memesan sejak jauh hari sebelumnya.

“Batiknya cantik dan bagus. Cocok untuk anak-anak. Apalagi seragam batik ini kan hasil kreasi dari siswa PAUD sendiri,” ujar dia.

Divisi Pemberdayaan dan Pengembangan LP3EM-HIBAR, Saeful Adha, mengatakan, pemesanan seragam batik Aria memang sudah dibuka sejak lama, tepatnya ketika usai gelaran lomba kreasi cipta batik yang diikuti 1.000 lebih siswa PAUD se-Cianjur, Desember 2014 lalu. Kini, para pemesan tinggal melunasi dan langsung bisa membawa pulang seram batiknya.

“Dari lomba itu, didapatkan sepuluh pemenang. Lalu, semua motifnya disatukan sampai akhirnya menjadi motif Batik Aria ini. Jadi ini murni hasil kreasi siswa PAUD,” jelas Adha.

Adha menambahkan, hingga kini, jumlah pemesanan seragam batik siswa PAUD itu total sudah berjumlah ribuan. Sedangkan harga per potong seragam batik Aria dipatok cukup murah, yakni Rp60.000 untuk lengan pendek dan Rp70.000 untuk yang lengan panjang.

“Kalau yang memesan, sampai hari ini, sudah hampir 5.000 potong. Kalau yang sudah melunasi pembayaran sekitar 2.000an potong,” jelas dia.

Hal menarik lainnya adalah, lanjut Adha, dari setiap potong penjualan seragam batik itu, pihaknya menyisihkan Rp1.000 yang kemudian diperuntukkan sebagai pembayaran royalti kepada sepuluh siswa PAUD yang motif karyanya dipakai untu batik Aria.

“Motif Batik Aria ini dipatenkan. Jadi ada royalti kepada siswa PAUD yang menciptakannya. Selama seragam itu diperdagangkan, selama itu juga royaltinya tetap mengalir,” pungkas Adha.(ruh/dep)