KPSI Soroti Kelangsungan PRT Migran

PELATIHAN: 30 anggota SPSI Cabang Cianjur mendapat materi pelatihan dari KSPSI pusat.
PELATIHAN: 30 anggota SPSI Cabang Cianjur mendapat materi pelatihan dari KSPSI pusat.
PELATIHAN: 30 anggota SPSI Cabang Cianjur mendapat materi pelatihan dari KSPSI pusat.

–Dalam rangka meningkatkan kapasitas bagi anggotanya, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar kegiatan pelatihan di Hotel Bydiel Cianjur, Jalan Ir. H Juanda selama dua hari sejak Rabu (5/8/2015) dan berakhir kemarin Kamis (6/8/2015).

Kegiatan diselenggarakan guna memahami situasi migran sepanjang siklus migrasi dan berfokus pada hak-hak imigran yang berstatus sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Pelatihan akan mencakup bimbingan kepada anggota SPSI Cianjur untuk dapat menciptakan migrasi yang aman.

“Memberikan bantuan kepada PRT migran yang menderita akibat praktek dari perekrutan dan kondisi pekerjaan yang tidak adil,” ujar Wakil Sekjen Bidang Hubungan Luar Negeri KSPI, Untung Riyadi.

Ia menambahkan, dalam kegiatan pun turut diberikan materi bagi anggota agar mampu menjalani proses advokasi kebijakan dan praktek perekrutan yang adil serta pengorganisasian PRT migran ke dalam serikat pekerja.


Secara global, tingginya arus migrasi PRT migran Indonesia ke Malaysia, yaitu sekitar 180.000 orang. Salah satu contoh, masih banyak PRT migran Indonesia yang terus menghadapi resiko perdagangan orang dan kerja paksa di negara tetangga, Malaysia.

“Untuk itu perlu adanya pelatihan penguatan kapasitas terhadap 30 Pengurus KSPSI Cabang Cianjur,” tutur fasilitator materi ini. Ia memaparkan, saat ini ada sekitar empat juta pengurus KPSIyang terdiri dalam 18 sektor federasi.

“Untuk kedepannya kami sebagai pengurus KSPSI ini akan membuat suatu fasilitas online yang gunanya untuk mempermudah semua PRT migran dalam proses mempertahankan hak-haknya,” tambah Untung.

Untuk memperkenalkan website yang dibuat oleh KSPSI yaitu www.prt-migran.org, pihaknya akan menyelenggarakan workshop yang bertujuan untuk bersosialisasi. “Akan dijelaskan bagaimana cara penggunaan website itu sendiri, karena tidak semua PRT Migran yang mengerti akan hal seperti itu,” ungkapnya. (mg2/yaz/dep)