Juli 2015, Angka Laka Merosot

Kecalakaan bus di tol Cipali
Kecalakaan bus di tol Cipali
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Kabupaten Cianjur merupakan wilayah perlintasan yang strategis sehingga tak sedikit volume kendaraan yang kerap lalu lalang melintas. Hal itu tak lepas dari trend angka kecelakaan (laka) yang kerap mewarnai Cianjur. Namun, pada Juli 2015 kemarin, angka laka mengalami penurunan.

Kanit Laka Satlantas Polres Cianjur, Iptu Tenda Sukendar memaparkan, angka laka Juli 2015 mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan Juli 2014. Jumlah kejadian Juli 2014 mencapai angka 25, sedangkan Juli 2015 hanya 21.

Penurunan signifikan pun terlihat dari jumlah luka berat (LB) dan luka ringan (LR) apabila disandingkan dengan Juni 2015. LB dan LR pada Juni 2015 mencapai angka masing-masing sebelas. Sedangkan LB Juli 2015 hanya sembilan dan LR di angka lima.

Jumlah kerugian materi pun turun drastis apabila berkaca pada Juli 2014 yang menembus nominal Rp85.100.00. Di Juni 2015, kerugian materi mencapai Rp52.500.000 sedangkan pada Juli 2015 hanya Rp46.300.00.


Bagi Tenda, penurunan angka laka di Juli 2015 terjadi akibat pengaruh Operasi Ketupat yang digelar Satlantas Polres Cianjur.

“Tindakan hukum berupa tilang secara tak langsung meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berkendara yang baik mematuhi peraturan lalu lintas,” ujarnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id).

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki Unit Laka Satlantas, kejadian laka didominasi ruas jalan perlintasan Cianjur-Bandung Barat. Ruas jalan Ciranjang memiliki struktur jalan yang baik dilengkapi dengan medan yang lurus.

Sehingga kendaraan kerap kali memacu kendaraannya dengan cepat. Kondisi itu diperparah dengan keberadaan sejumlah pabrik yang kian menjamur di wilayah Cianjur Timur itu. “Yang paling rawan saat jam bubar pabrik karena banyak karyawan pabrik yang keluar masuk dan sembarangan berlalulintas,” ungkap Kanit. (yaz/dep)