Dua Bersaudara Digilas Tronton

ILUSTRASI
ILUSTRASI
ILUSTRASI

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Jalan Lingkar Timur kembali minta tumbal. Kali ini, dua orang pengendara motor bersaudara, harus meregang nyawa usai digilas sebuah truk tronton, Kamis (6/7/2015) dini hari kemarin.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.15 WIB, sepeda motor Yamaha RX King nomor polisi B 3989 NEJ melaju cukup kencang di jalan lurus panjang yang sama sekali tidak dilengkapi dengan lampu penerangan jalan umum (PJU) itu. Kendaraan tersebut melaju dari Rawabango menuju ke Pasirhayam.

Sementara, dari arah berlawanan melaju kencang sebuah truk tronton besar warna putih nomor polisi D 9453 AF yang dikemudikan oleh Awan Biru (40), warga Kampung Cingere RT 08/03, Desa Cibayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.

Ketika truk tersebut melintas, tepatnya di Kampung Paseh, Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur, laju truk terhalang oleh sebuah kendaraan Honda Supra Fit nomor polisi F 3181 WH yang ada di depannya. Karena sudah merasa cukup nyaman kondisi jalan yang mulus dan sepi, sang sopir truk pun langsung menyalip kendaraan tersebut dengan mengambil sisi kanan.


“Menurut pengakuan sopir truk, saat itu kendaraan sedang melaju pada kecepatan 80 km per jam. Karena jalanan sepi, dia terus menyalip sepeda motor yang ada di depannya dengan mengambil sisi kanan,” terang Kepala Unit (Kanit) Laka-lantas Polres Cianjur, Iptu Tenda Sukendar, Kamis (6/8/2015).

Namun, lanjut Tenda, sepertinya truk besar tersebut terlalu terlena dengan kondisi jalan yang sangat sepi. Karena itu, sang sopir pun menyalip terlalu ke kanan hingga memakan jalur yang berlawanan arah.

“Mungkin karena sudah kencang terus langsung saja ambil kanan sampai memakan habis jalur yang berlawanan arah,” kata Tenda.

Tapi, tanpa disadari oleh si sopir, dari arah berlawanan itu, ternyata juga sedang melaju sebuah sepeda motor yang oleh sang sopir sama sekali tidak dilihatnya.

“Dari pengakuan sopir truk, sepeda motor itu tidak menyalakan lampu. Karena itu dia tidak menyadari sama sekali kalau di depannya itu ada sepeda motor yang juga sedang melintas,” imbuh dia.

Akibatnya, tabrakan keras pun tidak dapat dihindarkan lagi. Pengendara motor yang diketahui berboncengan itu pun langsung berhadapan dengan truk yang berbobot lebih dari satu ton dengan kecepatan 80 km per jam. Tak pelak, setelah tertabrak, pengendara motor pun langsung terseret sesaat setelah menabrak itu membuang kemudi ke kiri.

Akibat tabrakan itu, pengendara sepeda motor pun akhirnya tergilas truk dan terseret hingga sejauh kira-kira 4 sampai lima meter. Baru setelah membanting ke kiri itu truk baru berhenti di sisi badan jalan.

Tenda menambahkan, kedua korban yang mengalami luka sangat parah dan meninggal di TKP itu kemudian langsung dibawa ke Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSUD Cianjur. Sekitar pukul 06.00 WIB, pihaknya pun mencoba mencari tahu identitas kedua korban dengan cara menyebarkan foto korban ke sejumlah daerah. Alhasil, di terminal Pasirhayam, ada salah satu orang yang mengenali kedua korban yang diketahui sebagai Acep Nurdin (23) dan Konkon Mulyana (16) warga Kampung Ciangsana Talun RT 04/03, Desa Ciharasas, Kecamatan Cilaku, Cianjur.

“Setelah itu baru kami beri tahu pihak keluarganya dan langsung mengambil jenasahnya untuk dikebumikan. Kedua korban ini masih saudara,” ujar dia.
Atas peristiwa itu, pihaknya pun menetapkan sang sopir truk tronton sebagai tersangka karena memakan habis jalur berlawanan ketika menyalip sepeda motor yang ada di depannya.

Adapun pasal yang dikenakan adalah Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu-lintas dan Angkutan Umum pasal 310 ayat 4 dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun dan denda sebesar Rp6 juta.(ruh/dep)