Pesta Miras Oplosan, 3 Pemuda Tewas

KORBAN OPLOSAN: Seorang korban miras oplosan terbaring di UGD RSUD Cianjur, kemain
KORBAN OPLOSAN: Seorang korban miras oplosan terbaring di UGD RSUD Cianjur, kemain
KORBAN OPLOSAN: Seorang korban miras oplosan terbaring di UGD RSUD Cianjur, kemain

POJOKSATU.id, CIANJUR-Tiga pemuda asal Kampung Cibodas, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang akhirnya tewas setelah berpesta dengan menenggak minuman keras, Minggu (3/5) kemarin. Sedangkan tiga pemuda lainnya selamat dan nyawanya masih tertolong.

Menurut informasi yang dihimpun, Doni Sunarya (31), salah satu korban meninggal dunia, sempat menjalani perawatan oleh tim medis RSUD Cianjur. Namun nahas, karena terlalu banyak menenggak miras oplosan tersebut, nyawanya tidak tertolong lagi.

Selain Doni, korban meninggal lainnya bernama yakni Dogol (22) dan Atep (24). Sedangkan tiga korban selamat ialah Jeka, Ridwan Taufik, dan Nyanyang. Karena kondisinya dianggap telah membaik, Nyanyang dan Jeka dipulangkan oleh RSUD Cianjur.

Berdasarkan keterangan dari salah satu korban selamat, Ridwan Taufik (19), mereka berenam, Jumat (1/5) sebelumnya sekitar pukul 14.00 WIB, menggelar pesta miras oplosan dengan membeli 4 botol whisky yang dibeli dari salah satu warung jamu di Cipeuyeum dengan dicampur minuman penambah stamina serta sebuah obat generik.


Karena dianggap masih kurang dan belum merasakan efeknya, mereka lantas kembali membeli 4 botol miras oplosan.

“Waktu itu kami minum dari siang sampai malam. Jumlahnya sampai 8 botol miras,” ujar Ridwan saat ditemui di RSUD Cianjur Minggu (4/5) kemarin.

Ridwan mengungkapkan, mereka kerap membeli miras di tempat tersebut karena harganya yang terlampau murah dibandingkan di tempat lain. Apabila satu botol miras merk whisky seharga Rp120 ribu, di warung jamu tersebut hanya seharga Rp39 ribu saja. Dirinya pun tidak merasa curiga dengan harga miras yang murah tersebut.

“Kami sering beli disitu, termasuk teman yang lainnya juga. Harganya memang sangat murah dibanding yang lain,” kata dia.

Selang satu hari usai menenggak miras itu, Ridwan dan kawannya yang lain mulai merasakan efeknya. Akibatnya, Sabtu pagi, tiga diantaranya meninggal dunia karena tidak tertolong oleh tim medis.

Meski selamat dari maut, Ridwan yang kini masih dirawat mengaku mengalami rabun serta masih merasa mual pada bagian perutnya.

“Sedikit buram kalau melihat, perut juga masih mual,” ujar dia.
Staf Forensik RSUD Cianjur, Sony Irawan, menjelaskan, para korban mengalami keracunan akibat intosikasi alkohol. Akibatnya, daya tahan tubuh para korban tersebut semakin melemah.

“Dari diagnosa dokter korban mengalami intoksikasi alkohol,” jelas Soni.
Namun, kata Soni, pihak keluarga korban menolak saat tim forensik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan autopsi pada jenazah untuk memastikan kandungan dari miras oplosan tersebut.

“Saat kami akan lakukan visum luar, keluarga langsung menolak dengan alasan akan segera menguburkan korban,” tandasnya.

Kapolsek Ciranjang, Kompol Asep Setiawan menjelaskan bahwa pukul 04.00, Minggu (3/5), pihaknya mendapat laporan ada warga Ciranjang yang sakit. Setelah dipastikan, ternyata laporan itu terkait korban miras.

“Ada korban yang dirujuk ke Puskesmas, ada yang ke Rumahsakit, dan kami tidak sempat ke rumahsakit, menyusul info bahwa beberapa korban sudah mulai dimakamkan,” ujarnya di Mapolsek Ciranjang.

Asep menjelaskan, dari tempat kejadian perkara, polisi mengamankan 4 botol kosong minuman keras, 4 botol kosong minuman penambah energi, dua bungkus rokok keretek dan satu strip obat generik.

“Kami terus lakukan olah TKP, dan kami berkesimpulan, juga didukung pernyataan dokter bahwa korban-korban itu meninggal karena keracunan. Namun, sebelumnya, mereka sudah mengambil tindakan sendiri-sendiri untuk berobat,” ujarnya.

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu menjelaskan, bahwa penyelidikan akan terus dilakukan terkait peristiwa tewasnya 3 orang warga Ciranjang.

“Ini masih dugaan. Jadi, diduga ketiga orang ini tewas terkait mengkonsumsi miras oplosan. Kami sudah lakukan tindakan, lokasi sudah kami pasangi police line dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Ciranjang,” ujarnya.

Dua korban kritis, kata Asep, akan dimintai keterangan jika keduanya telah benar-benar pulih. Hal in diperlukan agar pihaknya bisa melakukan penelusuran asal miras tersebut.

“Menunggu mereka sehat dahulu. Pasalnya, di Ciranjang, Polsek sudah rutin menggelar razia. Bahkan baru satu hari ke belakang (kemarin lusa, red) polsek menggelar razia. Termasuk juga penggunaan obat yang menjadi barang bukti, apakah obat itu dijual bebas atau harus dengan resep dokter,” ujar Asep usai mengunjungi lokasi pemakaman Doni, salah seorang korban meninggal.(ruh/mat)