Waduh! Lahiran di WC Pasar

DIGIRING: Petugas menggiring ibu bayi LF (18). Bayi dekat toilet yang masih berlumuran darah (insert).
DIGIRING: Petugas menggiring ibu bayi LF (18). Bayi dekat toilet yang masih berlumuran darah (insert).
DIGIRING: Petugas menggiring ibu bayi LF (18). Bayi dekat toilet yang masih berlumuran darah (insert).

POJOKSATU.id, CIANJUR-Warga Pasar Cipanas digegerkan penemuan bayi baru lahir di WC toilet Lantai 2 Blok A pasar tersebut, kemarin (29/4). Usai diketahui baru lahir, sang ibu pun ditemukan terkulai lemas.

Kepala Keamanan Pasar Cipanas Saeful Rohmat menjelaskan, kejadian sekitar pukul 11.30 WIB, bermula saat adanya laporan dari penjaga WC yang curiga karena ada seorang wanita lama di dalam kamar mandi. Nah karena penasaran, dirinya bersama penjaga toilet langsung membongkar pintu WC.

“Kami curiga ada seorang wanita yang juga pedagang di pasar ini (Cipanas,red) lama di dalam kamar mandi. Langsung, saja pintu kamar WC kami bongkar dan benar saja menemukan ibu dan bayi yang masih berlumuran darah di dalam WC,” kata Saeful.

Setelah menemukan bayi dan ibunya, dirinya langsung menelepon bidan di Puskesmas Cipanas. “Setelah itu bayi dan ibunya langsung dibawa ke Puskesmas Cipanas untuk dilakukan pertolongan. Lantaran darah sudah banyak yang keluar,” tuturnya.


Diketahui, ternyata ibu bayi berinisial LF (18) warga Kampung Tunggilis Desa Ciputri Kecamatan Pacet itu, merupakan penjaga toko di Pasar Cipanas. “Sang ibu bayi ternyata belum menikah, diduga korban hamil hasil hubungan gelap dengan pacarnya,” ujarnya.

Pihaknya hingga kini belum mengetahui apakah kejadian itu disengaja atau tidak. “Makanya kami serahkan ke pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya,” tandasnya.
Bidan Puskesmas Cipanas Tika menjelaskan, bayi jenis kelamin perempuan tersebut lahir dengan kondisi sehat, dengan berat badan 2,6 kilogram dan tinggi 49 centimeter. “Bayi lahir dalam usia kandungan 9 bulan. Kami langsung melakukan pertolongan pertama, sehingga pendarahan bisa ditangani,” ungkapnya.

Kapolsek Pacet AKP Wadi Sa’bani menuturkan, masih melakukan penyelidikan, dengan memeriksa dan memintai keterangan sejumlah saksi. Sedangkan untuk lokasi kejadian sudah di police line. “Apakah ada upaya pelanggaran hukum itu belum tau. Namun kini kita upayakan bagaimana memberikan perawatan bagi bayi dan ibunya,” ujarnya.

Menurutnya, selama tahun 2014 ada sekitar tiga kejadian yang hampir mirip. Maka diharapkan jangan sampai terjadi lagi kasus pembuangan bayi. “Jika hamil di luar nikah, tetap harus memikirkan kondisi bayinya. Pasalnya jika membuang bayi, dan membuatnya tewas itu sama dengan membunuh dan menghilangkan nyawa orang,” tandasnya.(fhn/dep)