TNGGP Sumber Air Terbesar di Jabar

DIBAHAS: Sosialisasi pengembangan Cagar Biosfer Cibodas (CBC) yang digelar Badan Kordinasi Pemerintahan dan
DIBAHAS: Sosialisasi pengembangan Cagar Biosfer Cibodas (CBC)  yang digelar Badan Kordinasi Pemerintahan dan
DIBAHAS: Sosialisasi pengembangan Cagar Biosfer Cibodas (CBC) yang digelar Badan Kordinasi Pemerintahan dan pembangunan wilayah 1 Provinsi Jabar.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat gagas pertemuan Cagar Biosfer Cibodas (CBC), bertempat di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, kemarin (29/4).
Kepala Bakor Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat DR. Al-Mursyid menjelaskan, CBC memiliki luas sekitar 114.779 hektar, yang terbagi di Kabupaten Cianjur, Bogor, dan Sukabumi.

“Areal inti ada di TNGGP dengan luas 22.851,030 hektar, dan areal transisi seluas 80.104 hektar. Kedua areal itu masuk ke dalam CBC. Oleh karenanya kami berharap bisa melakukan konsep pengelolaan pembangunan berkelanjutan, dengan mengutamakan keanekaragaman hayati dengan kehidupan masyarakat, sehingga bisa berlangsung harmonis,” paparnya.

Dikatakannya, keberadaan CBC sangat strategis karena menjadi penyangga kehidupan kota di Jabotabekpuncur, hulu empat DAS yakni Ciliwung, Citarum, Cimandiri, dan Cisadane, penyuplai air bagi 5 PLTA yakni Jatiluhur, Cirata, Cimandiri, dan Cisokan, serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati tertinggi di pulau Jawa.

“Makanya kita harus bisa menjaganya, apalagi zona inti yang merupakan aset internasional dengan program man and the biosphere di UNESCO. Ini membuktikan bahwa CBC dirancang untuk menjawab salah satu permasalahan yang sedang dihadapi dunia saat ini,” katanya.


Kepala Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Herri Subagidi mengatakan, kawasan Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu sumber air terbesar di Jawa Barat, dan merupakan sumber air baku untuk berbagi keperluan masyarakat tiga wilayah yakni Kabupaten Cianjur, Bogor dan Sukabumi termasuk Jabodetabek.

“Jika rusak, banyak yang akan merasakannya. Sebab penduduk di kawasan Sukabumi, Cianjur, Bogor dan Jabodetabek, mengangantungkan hidup dengan menggunakan air dari kawasan taman nasional,” ujarnya.

Kendati demikian, sambungnya, untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi, pihaknya terus berupaya melakukan restorasi dengan program yang terintergreitasi. “Sebagian upaya ini sudah berhasil, dan diharapkan restorasi ini terus berjalan sehingga dapat memperbaiki fungsi tangkapan air,” paparnya.

Ditambahkannya, TNGGP merupakan zona inti dari cagar biofor Cibodas, daerahnya tinggi dan memiliki lereng yang curam untuk mengelola air secara alami. “Wilayah zona inti ini untuk tata air wilayah Bandung, Bogor, dan Cianjur. Jika zona ini sekali terganggu, maka masyarakat hilir yang akan terkena dampaknya,” ungkapnya.(fhn/dep)