Pencemaran Sungai Cikundul Ancam Warga

MENGGUNUNG : Tumpukan sampah di bantaran Sungai Cikundul yang membuat pencemaran air semakin mengkhawatirkan.
MENGGUNUNG : Tumpukan sampah di bantaran Sungai Cikundul yang membuat pencemaran air semakin mengkhawatirkan.
MENGGUNUNG : Tumpukan sampah di bantaran Sungai Cikundul yang membuat pencemaran air semakin mengkhawatirkan. Foto : Farhan / Radar Cianjur /Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, CIANJUR – Kondisi pencemaran aliran Sungai Cikundul hingga Cipendawa semakin mengkhawatirkan. Banyak sampah berceceran di sungai yang melintasi Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas dan Sukatani, Kecamatan Pacet itu.

Sekdes Sindangjaya Encep Suganda mengaku miris melihat banyaknya sampah yang menutupi aliran sungai tersebut. “Masyarakat ikut andil membuang sampah sembarangan, kesadaran mereka untuk menjaga lingkungan sangat minim,” jelasnya.

Menurut Encep, masyarakat sangat sulit dihindari agar tidak membuang sampah. Pihaknya juga mengaku kesulitan mengawasi. “Sudah beberapa kali kami berikan pemahaman agar mereka tidak buang sampah ke sungai. Namun mereka tetap saja membandel,” paparnya.

Diakuinya, warga yang membuang sampah ke sungai itu lebih banyak berasal dari Desa Sukatani.


“Kami khawatirkan jika sampah terus menerus bertumpuk, akan berdampak pada bencana dan pencemaran lingkungan. Apalagi, sampah tersebut banyak campuran plastik karena berasal dari limbah warga, sehingga rawan erosi dan banjir,” ujarnya.

Menurut dia, akibat keberadaan sampah tersebut saat hujan besar banjir kerap terjadi di daerah hilir. Alhasil, beberapa kali jembatan runtuh dan juga tebing di bantaran sungai longsor. “Ini sebagai bukti nyata pencemaran lingkungan, makanya kami harapkan masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Asep (43) salah seorang warga Kampung Gunung Batu Desa Sindangjaya menjelaskan alasannya membuang sampah ke sungai karena tidak ada pilihan lain. “Jika kami buang sampah ke pusat daerah Cipanas jaraknya jauh sekali, jadi mau tidak mau kami buang ke dekat DAS Cikundul atau Cipendawa,” tuturnya.

Dia mengaku, Kampung Gunung Batu belum terjamah program pemerintah soal pengelolaan sampah. Sehingga tak ada pilihan selain membuang sampah ke sungai. (fhn/dep)