Petani Desak Pemerintah Turun Tangan Usir Hama

petani gabah
Ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR-Kondisi cuaca ekstrim membuat petani sayur mayur merugi. Selain harga jual rendah, sayuran juga terkena hama.

Uu Sutisna (55) salah seorang petani di Kampung Gunung Batu Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas menjelaskan, saat curah hujan tinggi tanaman sayuran diserang hama dan membusuk. Jelas kondisi ini sangat merugikan.

“Saat ini bawang daun dan wortel diserang hama kutu loncat serta cendawan. Sedangkan untuk jenis sayuran lainnya kondisi kerap membusuk, berjamur, dan kuning,” terang Sutisna.

Dengan kondisi sayuran yang rusak tentunya para petani tidak bisa menjual hasil panennya, sehingga sangat merugikan. Makanya diharapkan pemerintah bisa turun tangan menyikapi kondisi ini.


“Obat anti hama itu harganya mahal, jadi kami hanya bisa pasrah. Walhasil lahan sayuran kami semakin habis digerogoti hama,” terangnya.

Mutaqien (55) petani lainnya mengakui, akibat diserang hama lahan panen berkurang. Meskipun demikian dirinya tidak ada pilihan lainnya selain bertani.

“Biasanya kami panen per hektar 20 hingga 25 ton, namun kini hanya 10 ton saja. Kondisi seperti ini sudah terjadi dua musim panen dan jelas sangat merugikan kami,” paparnya.

Dia mengaku, hingga kini belum adanya bantuan dari pemerintah sehingga petani mandiri menanganinya.

“Kami sesalkan tidak ada bantuan pemerintah dengan kondisi hama ini. Padahal hasil sayur mayur itu mata pencaharian warga,” tandasnya.(fhn/dep)