Bisnis Esek-esek Medsos di Cianjur (2) Sehari Bisa Layani Enam Orang

PSK
Cewek di hotel (ilustrasi)./Foto: IStimewa
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR-Bisnis prostitusi tak pernah lekang oleh waktu. Ada-ada saja trik yang digunakan para pemuas birahi untuk mendapatkan sejumlah nominal uang. Tapi, kini bisnis esek-esek itu telah berubah wajah beberapa tahun belakangan ini.

Dulu, setiap wanita penjaja tubuh kerap terlihat di sejumlah jalan atau ruas jalur perlintasan yang ramai akan kendaraan maupun aktivitas. Kini, semua itu berubah drastis. Perkembangan ilmi tekonologi dan informasi membawa dampak yang lebih praktis dalam menjalankan bisnis birahi ini.

Ya, beberapa fitur yang dimiliki telepon genggam dan karingan internet malah dimanfaatkan sejumlah pekerja seks komersil (PSK) untuk mencari pelanggannya. Salah satu PSK Cianjur, EL (20) mengaku, senang menggeluti dunia menggiurkan ini.

Ia bercerita, bisnis ini mampu membuatnya kaya raya dalam waktu yang relatif singkat. Dalam sehari, ia mampu melayani lima hingga enam orang. Tarifnya berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk satu kali ‘main’.


“Yang paling banyak pesan itu untuk yang ‘cepet’. Jarang ada yg boking sampe semaleman,” ujarnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id). Tapi mari kita telusuri asal muasal kesepakatan EL kepada setiap calon pelanggannya untuk mendapatkan uang melalui jasa tubuhnya.

EL hanya perlu bersantai diri di rumahnya sambil menunggu ‘bos’ memberikan order. Mudah dan praktis, karena EL hanya menunggu kesepakatan harga yang ditawarkan bosnya kepada calon ‘nasabah’ nya nanti.

“Sehari-hari nyantai aja di rumah. Kalau ada ‘tamu’ aku baru berangkat,” terang salah satu karyawati pabrik di Cianjur ini. Lalu bagaimana selanjutnya apabila bos sudah memiliki kesepakatan? Nah, EL hanya cukup menunggu ‘ojeg’ jemputan untuk mengantarkannya ke sebuah lokasi yang sudah disepakati. El mengaku, jarang pergi seorang diri karena ia khawatir calon pelangganya akan berbuat macam-macam dan berpotensi melakukan penipuan.

“Mending sama temen aja biar lebih aman,” tuturnya santai. El pernah menelan pengalaman pahit, sekitar satu setengah tahun yang lalu ia pernah pergi sendiri menuju kawasan Kota Bunga karena mendapat pesanan dari tamunya yang juga merupakan warga Timur Tengah.

Alangkah terkejutnya, saat tiba di dalam sebuah vila, ternyata puluhan cowok sudah menanti kedatangannya. Dengan terpaksa a harus melayani semuanya kendati pada akhirnya ia berhak menerima biaya pelayanannya. Hal itulah yang sampai saat ini dihindari EL.

Ia mengungkapkan, semua hasil pelayanannya digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti membeli baju dan membeli riasan wajah. Namun, tak setiap hari ia mendapatkan uang. Apabila tubuh kurang fit maupun sedang ‘dapet’, EL terpaksa ‘libur’ kerja.

Tapi, dalam kurun waktu satu bulan, ia mampu meraup puluhan juta rupiah. Yuk mari kita berhitung. Sekali ‘main’, EL mendapatkan Rp500 juta. Dalam sehari ia mampu melayani minimal tiga orang yang berarti telah mengantongi uang sebanyak Rp1,5 juta.

Apabila dikalikan dengan 20 hari ia ‘bekerja’, maka sudah dapat dipastikan EL mendapatkan Rp30 juta. Angka yang luar biasa, itu pun masih di luar bonus dan plus-plus yang diterima EL dari setiap ‘tamunya’.(yaz/dep)