Angin Kencang Landa Cianjur

BERHENTI : Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti untuk menghindari dampak angin kencang saat berkendara.
BERHENTI : Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti untuk menghindari dampak angin kencang saat berkendara.
BERHENTI : Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti untuk menghindari dampak angin kencang saat berkendara.

POJOKSATU.id, CIANJUR-Dua hari terakhir Sabtu (25/4) dan Minggu (26/4) angin kencang kembali melanda Kota Cianjur. Tiupan angin kencang ini pun menuai perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman memaparkan, intensitas hujan deras akan mulai berkurang memasuki akhir April hingga awal Mei. Namun, warga diimbau tetap waspada karena angin kencang berpotensi menyebabkan sejumlah pohon tumbang.

“Warga harus berinisiatif merapihkan batang pohon khususnya yang sudah melintas dan memenuhi sisi hingga badan jalan,” imbau Asep kepada masyarakat. Menurutnya, angin kencang yang terjadi merupakan masa peralihan musim atau kerap disebut dengan pancaroba.

Perlu diketahui, pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, yaitu antara musim hujan dan musim kemarau. Nah, musim ini kerap terjadi pada Maret hingga April.


Ia menjelaskan, angin kencang timbul akibat pergerakan angin yang mencapai permukaan tanah dan menyebar ke segala arah. Berbeda dengan angin tornado, angin kencang diarahkan ke arah luar dari titik tanah atau air.

Angin, lanjut Asep, memiliki dua jenis yaitu angin kencang kering dan basah. Angin kencang kering dikaitkan dengan badai dengan curah hujan yang relatif sedikit. Sedangkan angin kencang basah diciptakan badai dengan jumlah curah hujan yang tinggi.

“Yang harus diwaspadai yaitu sejumlah daerah yang memiliki dataran dengan aspek area sawah yang luas,” paparnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id). Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di Cianjur Selatan dinilai sangat berpotensi terjadi angin kencang.

Ia berpesan, warga tetap waspada apabila angin yang realtif kencang mulai bertiup. “Segera evakuasi diri dan keluarga ke tempat yang lebih aman apabila memang terindikasi berbahaya,” saran Asep. (yaz/dep)