Cianjur Rawan Kekerasan, Lindungi Anak-Anak dan Perempuan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR-Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cianjur, Reni Hermayati mengatakan, saat ini, tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Cianjur tergolong masih tinggi. Dengan momen Hari Kartini, harus bisa dijadikan langkah awal para guru untuk turut berpartisipasi dalam menekan tindak kekerasan terhadap anak dan kaum perempuan.

“Kita terus berupaya mensosialisasikan kepada para guru dengan kegiatan-kegiatan seminar bahwa kita wajib melindungi anak-anak dan kaum perempuan terhadap tindak kekerasan. Jangan sampai ketika di dekat kita terjadi hal seperti itu malah dibiarkan. Ini yang tidak kita inginkan,” kata Reni di sela-sela puncak peringatan Hari Kartini Kabupaten Cianjur yang dihelat di Gedung Guru Indonesia (GGI), Joglo, Kamis (23/4).

Reni menjelaskan, momen Hari Kartini harus bisa memberikan kontribusi dalam memberantas tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan. Perempuan saat ini harus mampu berbuat lebih baik lagi. Namun, jangan juga sampai melupakan kodratnya sebagai perempuan.

Menurut dia, emansipasi perempuan saat ini sudah cukup luar biasa. Banyak Kartini-Kartini muda yang sudah memberikan kontribusi riil terhadap pembangunan. Keterwakilan perempuan 30 persen dalam berbagai kegiatan nyaris terpenuhi.


Hal ini, lanjut dia, menandakan bahwa perempuan saat ini sudah setara dengan kaum laki-laki. Banyak guru-guru perempuan yang berkualitas, tapi tetap harus bisa menempatkan bahwa kodratnya bahwa perempuan itu adalah ibu dari anak-anaknya sekaligus sebagai seorang istri.

“Jadi, perempuan juga harus bisa memberikan penyadaran kepada perempuan lainnya bahwa kekerasan kepada perempuan itu harus dilawan dan tidak bisa dibiarkan,” tegas dia.

Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini Kabupaten Cianjur, N. Sukarsih mengatakan, peringatan hari Kartini dilaksanakan untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini juga sebagi momentum dalam memotivasi kaum perempuan untuk meningkatkan perannya dalam pembangunan di segala bidang.

“Peringatan Hari Kartini tahun ini adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap kaum perempuan. Dengan Hari Kartini, kita hapuskan kekerasan terhadap anak dan perempuan, wujudkan guru perempuan cerdas, berkepribadian dan bermartabat,” kata prempuan yang akrab disapa Ambu itu.

Dikatakan Ambu, seiring dengan adanya emansipasi, kaum perempuan telah mampu menempatkan diri perempuan Indonesia sebagai pejuang dan bukan lagi sebagai orang nomor dua.

“Sehingga perempuan Indonesia terus mampu berupaya meningkatkan perannya demi kemajuan bangsa dan negara tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita,” papar dia.

Ketua PGRI Kabupaten Cianjur, Jum’ati, mengapresiasi peringatan Hari Kartini yang dimaknai dengan berbagai kegiatan. Menurutnya, perempuan saat ini jauh lebih maju dan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan. Tidak hanya sebagai ibu, perempuan juga bisa sebagai seorang guru yang handal.

“Peringatan hari Kartini ini diharapkan bisa menjadikan motivasi bagi kaum perempuan kita untuk bisa lebih maju tanpa menghilangkan kodratnya sebagai perempuan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk berkontribusi dalam pembangunan. Menjadi seorang guru merupakan salah satu kontribusi nyata yang diberikan kaum perempuan,” tukas Jum’ati.(ruh/dep)