Kampung Cikole Langganan Banjir

Ilustrasi luapan kali. (ist)
PUTUS AKSES: Jalan di Kampung Cibeber, Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi yang menghubungkan Sukabumi, Kalibunder-Jampang Surade terputus akibat luapan air Sungai Ciawitali dan Sungai Cisurupan pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB, Sabtu (11/4).
Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR-Setiap kali hujan deras, warga Kampung Cikole RT 04/02, Desa Maleber direpotkan dengan banjir akibat minimnya gorong-gorong. Ditambah lagi air irigasi Cikole yang dipenuhi tumpukan sampah menambah kendala warga setempat.

Keluhan berdampak pada ruas Jalan Raya Maleber dan mengakibatkan air banjir masuk ke rumah-rumah milik warga. Menurut, Ustad Jae (40) warga setempat, bila melintasi Jalan Raya Maleber harap berhati-hati pasalnya khawatir jalan banyak berlubang dan rusak.

Sehingga khawatir rawan akan kecelakaan dan ditambah dengan kondisi aliran irigasi mampet tersumbat akibat banyak berserakan sampah baik plastik dan sampah lainnya. “Mungkin karena lingkaran diameter gorong-gorong terlalu kecil,” paparnya.

Meskipun telah dilaporkan pada pihak dinas terkait tetap belum ada perhatian atau solusinya. Tetap saja, bila hujan deras selalu banjir air naik ke permukaan akses jalan. Senada dikatakan M Ikbal (27) pemuda setempat yang terlihat sedang sibuk membuang air dari rumahnya.


Banjir di Kampung Cikole meluap ke tengah jalan dan menggenangi beberapa rumah warga. Menurutnya, gorong-gorong yang terlalu kecil membuat sampah menyumbat aliran.

“Kami,berharap ada langkah dan solusinya. Jangan sampai selalu bersih-bersih dan terus banjir bila hujan deras. Kesal juga kan? Maka itu, harus ada langkah dan upaya dari dinas terkait,” papar Ikbal.

Padahal, warga selama ini telah berupaya untuk melakukan kerja bakti dengan bergotongroyong meminimalisir banjir. Tiap Jumat pagi, warga setempat selalu melakukan upaya membersihkan sampah yang menghalangi gotong royong.

“Upaya itu seakan sia-sia karena tiap hujan besar tetap saja terjadi banjir, sebab selain gorong-gorongnya terlalu kecil juga sampah yang datang dari hulu terus berdatangan tiap saat,” timpal Yanti (38) warga lainnya.

Dia berharap, pihak Pemkab Cianjur melalui dinas terkait harus turun tangan guna kenyamanan, keamanan warga Kampung Cikole dan pengguna jalan baik itu warga pribumi maupun warga luar.

“Mohon kepada pihak pemerintah kabupaten maupun provinsi segera melakukan langkah dan jalan keluarnya. Intinya, mampu menangani terjadinya langganan banjir,” pungkas, Rabu (22/4) kemarin.(mat/dep)